Dinkes Kota Bandung: Terapi Pengobatan Tuberkulosis Penting Cegah Penularan TBC

Terapi pengobatan tuberkulosis (TPT) terutama bagi kontak erat dengan orang dengan TBC (ODTBC) sangat penting dilaksanakan dalam upaya mencegah dan memutus mata rantai penularan.

Dinkes Kota Bandung: Terapi Pengobatan Tuberkulosis Penting Cegah Penularan TBC
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung berkolaborasi dengan USAID Prevent TBC melaksanakan edukasi tatap muka edukasi manfaat dan guna terapi pencegahan tuberkulosis (Temu TPT) di enam lokasi di Kota Bandung. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Terapi pengobatan tuberkulosis (TPT) terutama bagi kontak erat dengan orang dengan TBC (ODTBC) sangat penting dilaksanakan dalam upaya mencegah dan memutus mata rantai penularan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung berkolaborasi dengan USAID Prevent TBC melaksanakan edukasi tatap muka edukasi manfaat dan guna terapi pencegahan tuberkulosis (Temu TPT) di enam lokasi di Kota Bandung.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Bandung Ira Dewi Jani mengungkapkan, TPT merupakan cara paling efektif dalam mencegah penularan bakteri TBC. Sebab, TPT ini diberikan kepada masyarakat sehat yang sebelumnya kontak erat dengan penderita positif tuberkulosis.

Baca Juga : Terima Berkas Pegi Setiawan, Kejati Jabar Bakal Pelajari Selama Dua Minggu ke Depan

Terapi berupa pemberian obat-obatan untuk mencegah terjadinya tuberkulosis khusus bagi orang-orang yang kontak rumah atau kontak erat dengan ODTBC.

Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir karena terapi TPT merupakan program pemerintah dan tidak dipungut biaya apapun.

"Sekarang ada obat pencegahan TB, TPT itu kita akan memberikan terapi atau obat-obatan untuk mencegah TBC.  Kita terus mendorong TPT ini dilaksanakan. Agar masyarakat paham melaksanakan TPT," kata Ira Dewi Jani di Kelurahan Babakan Asih, Kamis 20 Juni 2024.

Baca Juga : Polisi Dalami Adanya Upaya Perintangan Penyidikan Kasus Pembunuhan Vina

Ia menyebut, saat ini masih terdapat stigma yang kurang baik terkait ODTBC. Maka dari itu, tantangan utamanya yakni mengajak dan mengedukasi masyarakat yang beresiko tinggi untuk mau secara sadar mengikuti terapi pencegahan dan menghilangkan stigma tersebut 

Halaman :


Editor : Doni Ramdhani