Dinsos KBB Pulangkan Warga Korban Penipuan Kerja di Kebun Sawit Papua

Dinsos KBB akan memulangkan satu keluarga asal Cikalongwetan yang jadi korban penipuan janji pekerjaan di kebun sawit di saerah Papua Daya Barat

Dinsos KBB Pulangkan Warga Korban Penipuan Kerja di Kebun Sawit Papua
Satu keluarga korban penipuan pekerjaan di Papua Daya Barat asal Cikalongwetan, segera dipulangkan oleh Dinsos KBB. Istimewa

INILAHKORAN.ID – Sebuah keluarga asal Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal segera kembali ke kampung halaman usai terjebak lebih dari satu tahun di wilayah Papua Barat Daya akibat penipuan tawaran pekerjaan.

Mendapat informasi tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) KBB bergerak cepat memfasilitasi proses pemulangan tersebut, menyusul permohonan resmi yang disampaikan pemerintah daerah Kota Sorong.

Kepala Dinsos KBB, Idad Saadudin mengatakan, surat permohonan pemulangan telah diterima pihaknya dan ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas instansi. 

Keluarga yang menjadi korban penipuan ini terdiri dari Ade Halidan (kepala keluarga), istrinya Peni Herawati, serta dua anak mereka, M. Nurfadilah dan Rizki Thermawan. 

"Keempatnya diketahui tergiur iming-iming pekerjaan di perkebunan kelapa sawit, namun kenyataan di lapangan jauh berbeda dari janji yang diberikan pihak yang merekrut hingga mereka terperangkap jauh dari rumah tanpa kepastian nasib," kata Idad saat dihubungi, Sabtu (23/5/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun Dinsos KBB, ungkap Idad, keluarga ini telah berada di wilayah Papua Barat Daya selama lebih dari 12 bulan dalam kondisi yang sulit. 

"penipuan berkedok lowongan kerja di luar daerah kembali terbukti menjadi jeratan berbahaya bagi warga, terutama yang berharap memperoleh penghidupan lebih baik namun kurang teliti memeriksa keabsahan tawaran tersebut. 

Idad menyebut, kasus ini menjadi bukti nyata betapa rentannya masyarakat terhadap modus penipuan yang memanfaatkan kebutuhan ekonomi.

"Untuk memastikan proses pemulangan berjalan aman dan lancar, Dinsos KBB telah menyusun rencana matang dengan melibatkan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Baznas KBB, Dinas Tenaga Kerja KBB, serta aparat kewilayahan setempat," sebutnya.

Rencananya, terang Idad, keluarga tersebut bakal diberangkatkan menggunakan kapal Pelni dari Kota Sorong pada Selasa, 26 Mei 2026, menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 

Setibanya di Jakarta, lanjut dia, tim gabungan dari Dinsos KBB dan perangkat desa akan menjemput langsung dan mengantar mereka kembali ke kediaman di Cikalongwetan.

“Kami masih terus menyelaraskan langkah dengan seluruh pemangku kepentingan agar tidak ada kendala dalam perjalanan pemulangan ini. Prioritas kami adalah keselamatan dan kenyamanan keluarga tersebut hingga tiba di rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut Idad menuturkan, kasus ini bukan sekadar urusan pemulangan, melainkan peringatan keras bagi seluruh warga KBB. Ia mengingatkan kembali tawaran kerja di luar daerah atau luar provinsi yang datang tanpa kejelasan nama perusahaan, alamat lengkap, maupun rincian tugas dan hak pekerja, patut dicurigai sebagai modus penipuan

Pasalnya, kurangnya pemahaman tentang prosedur perekrutan yang sah sering kali membuat masyarakat terjebak dalam situasi yang merugikan, bahkan membahayakan keselamatan.

“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Imbauan kami tegas: jangan mudah tergiur janji penghasilan besar tanpa syarat yang jelas," tegasnya. 

"Pastikan legalitas perusahaan dan keabsahan surat perjanjian kerja melalui instansi berwenang seperti Disnaker sebelum memutuskan berangkat. Jangan sampai harapan memperbaiki ekonomi justru membawa petaka,” tandasnya. ***

Captions: Dinsos Bandung Barat fasilitasi pemulangan keluarga korban penipuan kerja dari Papua. 


Editor : Ahmad Sayuti