Disdik Jabar Dukung Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar
Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mendukung program Polda Jabar terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung,- Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mendukung penuh upaya yang dilakukan berbagai pihak dalam mendorong pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Guru dalam Rangka Pengampu Materi Pembelajaran Pencegahan Narkoba Tingkat Sekolah Menengah di Hotel Horison, Kota Bandung, Kamis, 21 Oktober 2021 lalu.
Kegiatan yang diinisiasi Reserse Narkoba Polda Jabar tersebut dihadiri puluhan perwakilan guru dari berbagai sekolah se-Bandung Raya.
Baca Juga: Pemkot Cimahi Evaluasi Penyelenggaraan PTMT,Kesehatan dan Keselamatan Hal Utama
Dedi Supandi menegaskan, pihaknya mendukung upaya Polda Jabar dalam pencegahan penyalahan narkoba bagi pelajar.
Dedi Supandi pun mendorong seluruh satuan pendidikan untuk mengupayakan pelaksanaan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di kalangan pelajar.
"Kita sambut program ini. Pembelajarannya akan dibahas melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGPM) dulu, jadi materi penyuluhan pencegahan narkoba akan disisipkan melalui beberapa mata pelajaran, seperti penjaskes," tutur Kadisdik Dedi Supandi.
Menurut Dedi Supandi, rencananya program tersebut akan efektif diterapkan pada awal 2022 atau semester genap mendatang.
Baca Juga: Kaget! Bebek Mandarin Irfan Hakim Memangsa Burung Lain di Aviary
Dalam prosesnya, Dedi Supandi menjelaskan, pihaknya sudah membuat rencana kerja yang harus dilakukan sekolah dalam mendukung program P4GN.
Di antaranya, penentuan lingkungan sebagai sasaran pelaksanaan kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba, pembentukan tim pelaksana pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah, pembekalan tim pelaksana di bidang pencegahan, pembuatan rencana aksi hingga pelaksanaan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
Dedi Supandi pun mendorong satuan pendidikan untuk melakukan langkah pencegahan dalam proses penyuluhan tersebut. Mulai dari seminar rutin bagi pelajar, mengikuti bimbingan teknis (bimtek) P4GN bagi guru, sinkronisasi program melalaui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) hingga konseling rutin terhadap peserta didik.
Baca Juga: Soal Pekerjaan Jalan di Wilayah Selatan Minus 15 Persen, Sekda Sebut Ada Indikasi Ini
"Di sinilah peran guru BK untuk melakukan konseling kepada siswa. Guru BK pun harus berjejaring dengan pihak kepolisian sebab ada banyak hal baru seputar penyuluhan narkoba saat ini. Intinya, informasi harus di-update," imbaunya.
Selain mendorong satuan pendidikan, Kadisdik juga mengupayakan penyuluhan dengan peran siswa melalui Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM serta Forum OSIS. "Karena, sesama teman akan lebih mudah untuk bercerita," ungkap Dedi
Dalam kesempatan yang sama, Kadisdik pun menerima buku berupa modul bahan ajar Strategi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dari Reserse Narkoba Polda Jabar.
Baca Juga: Buntut Pernyataan Kontroversial, Netizen Ramai-ramai Bikin Tagar Pecat Yaqut
Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Pol. Rudy Ahmad Sudrajat menjelaskan, buku tersebut menjadi acuan dalam program penyuluhan pencegahan narkoba kepada pelajar.
"Kita sudah susun terpadu oleh pihak provinsi dan Polda Jabar. Ada banyak materi yang sudah disiapkan yang bisa guru sampaikan kepada siswa," tutur Rudy Ahmad Sudrajat.
Melalui modul dan progrum tersebut, Rudy berharap para siswa mengetahui bahaya narkoba. "Selain itu, diharapkan siswa mampu menangkal upaya-upaya orang tertentu yang berniat menjerumuskan mereka," tegas Rudy Ahmad Sudrajat.***
Editor : inilahkoran


