Disdik Jabar Turut Pantau Program Makan Bergizi Gratis Lewat Laman SiMantap

Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui laman resmi SiMantap.

Disdik Jabar Turut Pantau Program Makan Bergizi Gratis Lewat Laman SiMantap
Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui laman resmi SiMantap.

INILAHKORAN, Bandung – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui laman resmi SiMantap.

Melalui sistem ini, sekolah diwajibkan mengunggah bukti proses distribusi MBG kepada para murid SD, SMP, SMA/SMK dan SLB di 27 kabupaten/kota.

Laman SiMantap memiliki dua menu utama, yakni pelaksanaan dan input data. Sekolah dapat masuk ke sistem menggunakan akun dan kata sandi sesuai kode registrasi Dapodik masing-masing.

Berdasarkan data yang masuk, penerima MBG di Jawa Barat dari jenjang SD hingga SLB telah mencapai 2.353 sekolah. Kepala Disdik Jabar Purwanto menjelaskan, bahwa laman tersebut berfungsi untuk pemantauan dan pendataan semata.

“Ini untuk memantau. Setiap sekolah diminta mengisi berapa jumlah MBG yang terdistribusi ke sekolah masing-masing,” ujar Purwanto, Rabu 22 Oktober 2025.

Mengacu pada Perpres Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, murid SD hingga SLB termasuk kategori penerima MBG. Karena itu, menurut Purwanto, pemerintah provinsi memiliki kewenangan melakukan pemantauan di lapangan.

“Kami ini user, hanya memastikan jumlahnya sesuai. Kami tidak berwenang menentukan sekolah mana yang dapat MBG, tugas kami hanya mendukung,” jelasnya.

Dukungan yang dimaksud antara lain penyusunan standar operasional, serta pelibatan guru dalam memastikan program berjalan baik di sekolah.

“Guru memastikan MBG diterima di sekolah dan terpenuhi dengan baik. Kalau ada kejadian luar biasa, misalnya keracunan, guru tahu harus melapor ke mana,” tambahnya.

Purwanto menegaskan, sekolah penerima MBG diminta melaporkan proses distribusi setiap hari melalui SiMantap.

“Harusnya setiap hari. Tapi di lapangan kadang terkendala sumber daya. Kami tetap dorong lewat tim pengamanan (security team),” katanya.

Terkait akurasi data, Purwanto memastikan laporan yang masuk sejauh ini terverifikasi dengan baik karena setiap unggahan disertai foto menu dan siswa penerima.

“Data yang kami terima di website sejauh ini akurat. Kami sudah meminta sekolah disiplin menginput,” ujarnya.

Ia menambahkan, SiMantap merupakan inovasi Disdik Jabar untuk memudahkan pemantauan pelaksanaan MBG di daerah.

“Ini inovasi kami supaya mudah mengontrol di kabupaten/kota. Fungsinya monitoring, informasi dikompilasi dari bawah. Jadi kalau ada masalah kami bisa cepat tahu,” ucapnya.

Meski begitu, Purwanto mengakui fitur pendataan insiden seperti keracunan MBG belum tersedia dalam sistem. Namun pihaknya berencana menambahkannya.

“Kalau data keracunan belum masuk, baru sebatas jumlah paket. Nanti bisa kami kembangkan sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana