Disdik Kota Bandung: PTM 100 Persen, Keselamatan dan Kesehatan Warga Sekolah Harus Jadi Prioritas

Aspek keselamatan dan kesehatan warga sekolah merupakan hal utama yang menjadi perhatian pasca adanya SKB pemerintah mengenai PTM 100 persen

Disdik Kota Bandung: PTM 100 Persen, Keselamatan dan Kesehatan Warga Sekolah Harus Jadi Prioritas
Saat menjalankan PTM 100 persen, aspek keselamatan dan kesehatan warga sekolah harus jadi prioritas.

 

INILAHKORAN, Bandung - Aspek keselamatan dan kesehatan warga sekolah merupakan hal utama yang menjadi perhatian pasca adanya SKB pemerintah mengenai PTM 100 persen.

Berdasarkan SKB itu, semua satuan pendidikan di wilayah dengan kriteria tertentu wajib melaksanakan PTM 100 persen. Terkait hal itu, Dinas Pendidikan Kota Bandung mempersiapkan penerapan teknis pelaksanaan PTM 100 persen pada semester kedua.

"Meskipun dari kementerian sudah memperbolehkan pelaksanaan PTM 100 persen, namun amanat dari kementerian tersebut, keselamatan dan kesehatan warga sekolah harus tetap menjadi prioritas utama," ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar Disdik Kota Bandung Bambang Ariyanto, Senin 3 Desember 2022.

Baca Juga: Pemkot Bandung Dorong PTM 100 Persen Segera Dilaksanakan

Untuk itu, pihaknya terus berupaya melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Dalam waktu dekat ini akan segera menggelar rapat pimpinan Kota Bandung untuk menentukan kebijakan teknis pelaksanaan tersebut.

"Kalau menurut saya, rencana penerapan kebijakan PTM 100 persen di bulan Januari, sebenarnya sesuai dengan rencana yang telah disusun Pemerintahan Kota Bandung," katanya.

Menurutnya, Pemkot Bandung telah melaksanakannya secara empat tahap. Tahap pertama, masa uji coba dengan kapasitas siswa sebesar 10-25 persen. Tahap kedua, masa transisi dengan penerapan kapasitas siswa 25-50 persen.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Ragu dengan PTM 100 Persen

Tahap ketiga, masa adaptasi kebiasaan baru yang digelar pada bulan November-Desember 2021, dengan penerapan kapasitas siswa 75 persen.

"Tahap empat masa new normal, dengan penerapan kapasitas 100 persen, telah direncanakan untuk digelar bulan Januari, atau sesuai dengan kalender akademik," ucapnya. (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran