Disdukcapil Kota Bandung Catat 40 Orang Penduduk Non Permanen Pasca Lebaran
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Tatang Muhtar menyampaikan, arus balik Lebaran membawa dinamika kependudukan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Tatang Muhtar menyampaikan, arus balik Lebaran membawa dampak pada dinamika kependudukan di Kota Bandung.
Hingga Rabu 25 Maret 2026, tercatat sekitar 40 orang penduduk non permanen masuk ke wilayah kota.
“Selama dua hari kegiatan di titik kedatangan pemudik, kami menemukan adanya peningkatan jumlah penduduk non permanen. Setelah kegiatan ini, proses pendataan akan diperluas dengan melibatkan aparat kewilayahan hingga tingkat RW,” kata Tatang Muhtar, Rabu 25 Maret 2026.
Selain pendataan, pihaknya juga mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Dalam kurun waktu dua hari, sekitar 50 warga telah melakukan aktivasi melalui layanan jemput bola. “Program ini, kami jalankan agar masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan administrasi kependudukan secara digital,” ucapnya.
Dikemukakannya, pemerintah kota juga mengoptimalkan program Laporan Pencatatan Informasi RW (Laci RW) sebagai upaya memperkuat basis data kependudukan. “Dengan adanya Laci RW, data yang kami miliki akan lebih lengkap dan mutakhir. Sehingga bisa menjadi landasan dalam perencanaan pembangunan maupun pelayanan publik,” ujar dia.
Mengenai karakteristik penduduk non permanen, Tatang menyebut latar belakang mereka cukup beragam. Ada yang baru datang ke Kota Bandung, ada pula yang sudah lama tinggal namun belum tercatat secara resmi. “Mayoritas dari mereka datang untuk bekerja, atau melanjutkan pendidikan di Kota Bandung,” tuturnya.
Pihaknya berharap, masyarakat semakin sadar akan pentingnya administrasi kependudukan. “Kami mengimbau agar penduduk non permanen, segera melaporkan keberadaannya dan memperbarui data secara resmi. Sehingga pelayanan publik bisa berjalan lebih baik,” tandas dia.***
Editor : JakaPermana

