Dishub Jabar Kantongi Masterplan Angkutan Massal Bandung Raya
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat A Koswara mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi masterplan pembangunan angkutan massal Bandung Raya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat A Koswara mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi masterplan pembangunan angkutan massal Bandung Raya.
Antaranya kata Koswara, Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rail Transit (LRT) yang segera dibangun di Bandung Raya.
"Sudah ada rute-rutenya, jadi rute yang sekarang mau dibangun misalnya yang berbasis jalan itu BRT, sudah ada dan sudah di desain. Dari Kementrian Perhubungan juga sudah ada projectnya kemungkinan tahun 2025 sudah mulai kontruksi," ujar Koswara di Kota Bandung, Rabu 4 September 2024.
Selain itu kata dia, Kementerian Perhubungan juga merencanakan akan membangun Autonomous Rail Transit (ART) hingga Sky Train di Bandung Raya.
Hanya saja kata dia, untuk ART hingga saat ini belum dilakukan kajian apapun. Sejauh ini ART baru digarap di Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kajian lebih mendalam tentang ART ini belum dilakukan, kan ini teknologi baru, baru dipakai di IKN. ART itu kereta tapi pakai jalan, guidenya marka, smart marka. Tapi basisnya dia adalah bus yang lanjang, dalam rangkaian," ucapnya.
Sedangkan untuk BRT, kontruksinya akan mulai dibangun pada 2025. Selain di Bandung, BRT juga akan dibangun di 10 kota besar lainnya seperti Medan, Surabaya dan Banjarmasin.
"Nah, yang sudah groundbreaking kemarin di Medan. Menyusul nanti di Bandung kemungkinan sekitar Januari 2025 akan ada groundbreaking," tuturnya.
Diharapkan, dengan adanya BRT lalu lintas di Bandung Raya akan berubah signifikan dan mengurai kemacetan yang kerap terjadi di wilayah perkotaan.
"Apa lagi nanti kalau sudah ada skytrain sudah ada LRT, itu akan mengubah wajah Kota Bandung dan transportasi di Kota Bandung akan makin baik lagi, In Syaa Allah," imbuhnya.
Sebelumnya, Kemenhub terbuka kepada pihak swasta yang ingin berinvestasi di bidang transportasi massal kawasan Bandung Raya.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Autonomous Rail Transit (ART) hingga Sky Train yang tengah digarap di Ibu Kota Nusantara (IKN), bisa saja diterapkan di wilayah Bandung Raya.
ART atau lebih dikenal sebagai Trem Otonom (TO), merupakan moda transportasi massal berbasis listrik yang tengah dibuat khusus untuk di IKN. Saat ini sudah terdapat satu rangkaian trem otonom.
Trem Otonom menggabungkan karakteristik kereta (LRT) dan bus (BRT) dan bentuknya seperti kereta LRT tetapi tidak beroperasi di atas rel.
Satu trainset kereta otonom terdiri atas tiga kereta dengan kapasitas hingga 300 orang. Sementara satu rangkaian kereta dengan lima gerbong dapat menampung hingga 500 penumpang.
Transportasi massal itu, jika diterapkan di Bandung Raya diharapkan dapat menjadi solusi atas kemacetan, terutama di jalur perkotaan.
Namun, kata dia, keinginan tersebut masih sebatas rencana sambil menunggu adanya investor yang mau berinvestasi dalam proyek pembangunan tersebut.
“Di Bandung, kami ingin membuat ada beberapa pemikiran. Memikirkan bagaimana ART bisa beroperasi di sini. Bandung juga akan buat Sky Train, sedang di studi dan saya mengajak swasta Bandung untuk berinvestasi,” ujar Budi.
Menurut dia, Bandung yang dikenal sebagai kota pariwisata juga harus didukung dengan sistem transportasi massal yang baik.
Diharapkan dengan adanya ART dan Sky Train dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Bandung Raya.
“Bandung indah sekali, tapi akan lebih indah kalau ada ART dan Sky Train,” tandasnya.***
Editor : Bsafaat

