Dispangtan Kota Cimahi Pastikan Stok Beras Aman hingga Jelang Bulan Suci Ramadan
Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi memastikan stok beras di wilayahnya masih aman hingga jelang bulan suci Ramadan nanti.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi memastikan stok beras di wilayahnya masih aman hingga jelang bulan suci Ramadan nanti.
Pasalnya, pasokan stok beras di Cimahi sejauh ini lancar. Itu terjadi lantaran distribusi pangan beras dari luar daerah tetap lancar, meski diakui harganya masih cukup tinggi jelang Ramadan.
"Distribusi stok beras dari petani hingga saat ini masih aman dan lancar, hanya saja karena pengaruh cuaca ekstrem sehingga agak mengganggu panen raya," kata Kepala Dispangtan Kota Cimahi Tita Mariam, Kamis 2 Maret 2023.
Menurutnya, dengan lancarnya pasokan tersebut pihaknya pun memastikan ketersediaan beras aman menjelang bulan suci Ramadan 2023.
"Jadi kalau stok beras sejauh ini di para pedagang Insya Alloh masih aman. Termasuk jelang Ramadan ini," tuturnya.
Ia pun tak menapik jika harga beras di pasaran di Kota Cimahi masih tinggi dan berdampak terhadap inflasi. Namun, untuk menekan inflasi tersebut, pihak melaksanakan operasi pasar murah (OPM) sebagai salah satu solusinya.
"OPM menjadi salah satu upaya untuk menangani inflasi yang diharapkan bisa meringankan beban masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi Sri Wahyuni mengatakan, Pemkot Cimahi bersama Bulog Cabang Bandung menggelar OPM beras pada Senin 27 Februari 2023 di tiga titik.
"Dalam OPM beras murah ini pihaknya menyiapkan 60 ton beras yang masing-masing di bagi ke tiga kecamatan sebanyak 20 ton. Jenisnya beras medium," paparnya.
"Animo masyarakat ternyata luar biasa, sampe membludak. Ini serentak di tiga kecamatan,” sambungnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, setiap Kepala Keluarga ( KK) hanya mendapat jatah maksimal 10 kilogram beras yang dikemas menjadi dua karung kecil dan masyarakat hanya cukup menebusnya dengan harga Rp 85.000.
“Harga per kilogramnya Rp8.800 tapi ada subsidi dari BI jadi Rp8.500. Per bungkus (karung) isinya 5 kilogram, jadi 2 bungkus 10 kilogram hanya cukup bayar Rp85 ribu,” tuturnya.
Ia pun mengakui harga beras di pasaran saat ini masih cukup tinggi. Sehingga diharapkan berharap gelaran OPM ini bisa membantu masyarakat.
“Kalau stok masih cukup aman, cuma memang harganya masih tinggi,” tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

