Disperindag Jabar Edukasi Konsumen Muda Lewat Kampanye Koncer Fest 2025
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat terus memperkuat literasi masyarakat melalui kampanye Konsumen Cerdas Festival (Koncer Fest) 2025, yang menyasar berbagai kalangan, termasuk pelajar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat terus memperkuat literasi masyarakat melalui kampanye Konsumen Cerdas Festival (Koncer Fest) 2025, yang menyasar berbagai kalangan, termasuk pelajar.
Kampanye ini menjadi salah satu rangkaian utama dalam agenda Jabar Kabisa: Abdi Nagri Ngawula Rakyat yang berlangsung di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, 13–14 November 2025.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami pentingnya menjadi konsumen yang cerdas, bijak, dan berdaya, sekaligus mendorong pelaku usaha agar lebih bertanggung jawab dan ramah terhadap konsumen.
Kadisperindag Jabar Nining Yuliastiani menegaskan, peningkatan kecerdasan konsumen tidak hanya berdampak pada perlindungan masyarakat, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kestabilan ekonomi daerah.
"Kemudian meningkatkan ekonomi Jawa Barat, maka kemudian kita menyadari perlu adanya sinergi yang menyeluruh antara pelaku usaha, konsumen dan juga pemerintah," kata Nining usai membuka kegiatan, Kamis 13 November 2025.
Dalam koncer fest 2025, DIsperindag jabar melibatkan ratusan siswa SD, SMP, dan SMA di Kota Bandung untuk mengikuti Talkshow Jabar Kabisa yang menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi, lembaga pemerintah, pelaku usaha, komunitas konsumen, serta Dinas Perdagangan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Nining menjelaskan, keterlibatan pelajar menjadi strategi penting dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban konsumen sejak dini.
"Anak-anak kita yang kemudian sebenarnya mereka adalah merupakan konsumen yang relatif banyak. Gen Z sekarang kan banyak sekali jumlahnya dan mereka adalah konsumen yang prospektif," ujarnya.
Menurutnya, usia remaja merupakan kelompok yang paling rentan terhadap ketidaktahuan hak-hak mereka sebagai konsumen. Karena itu, pendekatan edukatif menjadi cara efektif untuk menanamkan kesadaran tersebut sejak di bangku sekolah.
"Dalam kaitan tersebut, kita kemudian berusaha untuk mendekati diri ke apa anak-anak siswa sekolah ini. Enggak hanya SMA, SMK, SD dalam kaitan ini kita biar mereka tarik ikut di acara ini," katanya.
Ia menambahkan, materi edukasi yang disampaikan dalam talkshow akan disesuaikan dengan usia dan karakteristik peserta agar lebih mudah dipahami dan relevan.
"Kemudian kita juga memiliki kegiatan talk show nanti yang akan diikuti secara berjenjang. Kalau kemudian yang ikut anak-anak SMK, SMA, ya materinya yang kemudian sesuai dengan preferensi mereka. Begitu pula kemudian dengan misalnya masyarakat umum ya," tutupnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

