Distan Cirebon Ungkap Penyebab 41 Sapi Gagal Lelang
Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menngungkapkan alasan mengapa sapi yang diternak gagal lelang karena kondisinya kurus
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Polemik gagalnya lelang 41 ekor sapi milik Pemerintah Kabupaten Cirebon semakin mengemuka. Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mengungkap keterbatasan anggaran pakan menjadi penyebab utama kondisi sapi kurus hingga minim peminat saat dilelang.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nugraha menjelaskan, program peternakan sapi tersebut awalnya merupakan program pembibitan dan pengembangan ternak yang sudah berjalan sejak 2018.
“Dari tahun 2018 memang ada pembibitan. Dinas Kesehatan Hewan mengurus pembibitan dan pengembangan ternak. Melalui program banbinmak, banyak peternak juga belajar inseminasi buatan,” ujar Deni, Kamis 21 Mei 2025.
Namun memasuki tahun 2026, anggaran pemeliharaan sapi disebut mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran. Deni mengaku anggaran sekitar Rp200 juta untuk kebutuhan pakan dan pemeliharaan habis lebih cepat.
“Akhir Maret anggaran sudah habis. Kami sudah lapor ke Komisi II DPRD dan meminta tambahan anggaran ke Bappeda,” katanya.
Menurut Deni, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Namun BKAD disebut menyarankan agar persoalan tambahan anggaran dibahas dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda).
“Kami sudah koordinasi dengan BKAD. Dari BKAD menyarankan koordinasi ke Baperinda karena keputusan tambahan anggaran ada di sana,” ungkapnya.
Saat koordinasi dilakukan, lanjut Deni, Kepala Baperinda Kabupaten Cirebon, Dangi, justru meminta Dinas Pertanian mencari alternatif lain untuk pakan sapi.
“Pak Dangi menyarankan cari alternatif, misalnya pakai daun jagung,” ujar Deni.
Namun menurutnya, solusi tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, mencari daun jagung tetap membutuhkan biaya operasional dan tenaga.
“Cari daun jagung juga tidak gratis. Orang yang mencari juga harus dibayar. Kalau cari hutangan terus nanti bayarnya dari mana?” akunya.
Selain hijauan, pemeliharaan sapi juga membutuhkan pakan tambahan dan kebutuhan kesehatan ternak yang harus dibeli secara rutin.
“Ada konsentrat, vaksin, hijauan, dan itu semua harus beli,” katanya.
Deni menambahkan, sempat muncul usulan agar sapi-sapi tersebut dititipkan atau bahkan dihibahkan. Namun opsi hibah dinilai berisiko karena aset pemerintah daerah bisa hilang.
“Ada permintaan dihibahkan, tapi ada mekanisme lain dan konsekuensinya kehilangan aset,” tukasnya.
Sayangnya, sampai berita ini diturunkan Kadis Baperinda Kabupaten Cirebon, Dangi sulit dihubungi.
Seperti diberikan sebelumnya, Gagalnya lelang 41 ekor sapi
Editor : Ahmad Sayuti

