Diterjang Banjir, TPT Sepanjang 45 Meter di Sasak Golkar Ambrol
Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 45 meter di Sasak Golkar RW02 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi ambrol usai terjang banjir pada Sabtu 15 Maret 2025 malam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 45 meter di sasak golkar RW02 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi ambrol usai terjang banjir pada Sabtu 15 Maret 2025 malam.
banjir tersebut dipicu curah hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Cimahi sejak siang hingga malam hari.
Tak cuma itu, banjir di kawasan sasak golkar itu juga membuat dua bangunan nyaris roboh, yakni gudang rongsokan dan kantor aqiqah. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Dedi (53) warga RW02 yang menjadi saksi peristiwa tersebut mengatakan, peristiwa ambrolnya TPT dan robohnya dua bangunan itu terjadi saat dirinya akan salat tarawih.
"Saya kira orang lagi bongkar muat jalan, pas saya cek ternyata bangunan ambruk," kata Deni saat ditemui di lokasi, Minggu 16 Maret 2025.
Deni menyebut, dua bangunan tersebut merupakan sebuah gudang dan kantor aqiqah. Termasuk, tembok penahan tanah atau TPT sasak golkar.
"Karena hujan dan TPT yang di bawah tergerus sama air. Airnya kan deres banget kemarin," sebutnya.
Untungnya, sambung Dedi, kondisi gudang rongsokan itu dalam kondisi kosong saat peristiwa ambruknya bangunan tersebut.
"Untungnya gak ada yang tidur di situ, biasanya mah ada," ucapnya.
"Kalau di RW 02 ketinggian air ada yang sepinggang orang dewasa. Termasuk mobil pick up saya terendam," sambungnya.
Sementara itu, Ketua RW02, Suryana (50) mengatakan, ada 40 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Kelurahan Melong. Paling parah itu di RT01, 02, 03 dan 04.
Menurutnya, puluhan KK di wilayahnya lebih memilih untuk bertahan di rumahnya ketimbang harus mengungsi untuk menjaga harta bendanya.
"Mereka bertahan sambil membersihkan material lumpur yang terbawa banjir," ucapnya.
Menurutnya, banjir langganan yang kerap menerjang wilayahnya diakibatkan minimnya saluran air. Oleh karena itu, pihaknya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi untuk membuat sodetan di wilayahnya.
"Ketinggian air kemarin mencapai 1-2 meter dan ini karena tidak ada saluran pembuangan," tuturnya.
"Kami mendorong Pemkot Cimahi untuk segera membuat sodetan sebagai solusi persoalan banjir Melong," sambungnya.
Suryana menyayangkan bahwa sebenarnya pemerintah sudah mengetahui solusi persoalan banjir Melong. Namun, sampai saat ini solusi itu tak kunjung terealisasi.
"Kalau itu terealisasi mungkin bisa meminimalisir dampak banjir yang terjadi selama ini," ucapnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

