Diusung untuk Maju pada Pilwalkot Cimahi 2024, Sekda Kota Cimahi Siap Mundur dari Jabatannya
Dikdik Suratno Nugrahawan siap mundur dari Sekda jika maju di Pilwalkot Cimahi dari partai Golkar
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Sebagai salah satu bakal calon (Balon) Wali Kota Cimahi yang diusung Partai Golkar Jawa Barat untuk maju pada Pilkada 2014, Dikdik Suratno Nugrahawan memastikan siap mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi.
Menurutnya, kendati batas usia pensiun masih cukup panjang. Namun, jika langkah yang dilakukannya untuk kebaikan, terlebih masyarakat yang meminta mengapa tidak dirinya mengundurkan diri.
"Karena saya ini lahir dan dibesarkan di Cimahi. Jadi, ketika masyarakat meminta saya berkorban demi kota kenapa tidak," kata pria yang baru berusia 51 tahun ini.
Dikdik mengklaim, keputusannya untuk maju pada Pilkada yang bakal dihelat pada 27 November 2024 mendatang lantaran adanya dukungan dari masyarakat.
"Persoalan saya nanti mencalonkan atau tidak tentu yang harus menjadi dasar pertimbangan saya adalah dukungan dari masyarakat. Ketika masyarakat menghendaki kenapa tidak?," tegas Dikdik.
Selain itu, Dikdik menilai, pengalamannya ketika menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi dari Oktober 2022 hingga Oktober 2023 cukup memberinya gambaran menjadi seorang pemimpin.
"Bagaimana seorang pemimpin atau kepala daerah nanti dalam mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka menjamin masyarakat di Cimahi ini menjadi lebih baik," ucapnya.
Sejauh ini, ungkap Dikdik, baru Partai Golkar yang sudah memberinya surat tugas, meskipun belum berupa rekomendasi. Namun, dia menyebutkan sudah menjalin komunikasi dengan semua partai politik.
"Saya kasih clue-nya, bagi saya semua partai baik terutama dalam hal komunikasi dengan saya. Artinya semua membuka pintu," ungkapnya.
"Kalau pun ada partai yang sudah melakukan penjaringan itu sesuai kebijakan partainya," tambahnya.
Dikdik menyebut, tahapan menuju Pilkada masih cukup panjang sehingga dirinya untuk sementara ini bakal tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai Sekda Kota Cimahi.
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), dirinya menegaskan bakal taat terhadap aturan.
"Saya sebagai ASN. Saya tidak mau, ketika saya berniat baik katakanlah untuk Pilkada ini kemudian menjadi sesuatu yang salah karena saya misalnya tidak memahami aturan atau melanggar aturan," sebutnya.
"Jadi saya juga harus bisa memahami tentang aturan jangan kemudian nanti jadi sesuatu yang salah," ucapnya.
Sebelumnya, DPD Partai Golkar Jawa Barat memastikan telah menyiapkan dua nama figur yang bakal maju pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Cimahi 2024.
Dua nama tersebut antara lain, Dikdik Suratno Nugrahawan yang kini menjabat Sekretaris L Daerah (Sekda) Kota Cimahi dan Ali Hasan yang merupakan ketua DPC Partai Golkar Kota Cimahi.
"Sejauh ini, Partai Golar untuk Cimahi kita telah merekomendasikan saudara Dikdik untuk maju (Pilwakot Cimahi). Kami juga merekomendasikan Pak Ali Hasan," kata Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Tb Ace Hasan Syadzily saat ditemui di Padalarang, KBB baru-baru ini.
Meski begitu, sebut Ace, pihaknya masih terbuka untuk menerima sejumlah nama lain yang memang dinilai potensial dan mampu berbicara banyak pada kontestasi lima tahunan tersebut.
"Sebetulnya juga (masih terbuka) untuk nama-nama lain, tapi kita lihat sejauh mana keseriusan figur-figur tersebut untuk dicalonkan menjadi Wali Kota di Cimahi," kata Ace.
Khusus untuk Dikdik, jelas Ace, jika positif dicalonkan pada Pilwalkot 2024 nanti, maka yang bersangkutan mesti mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Tapi pengunduran diri itu nanti setelah mendaftarkan diri ke KPU, jadi kita hormati mekanisme yang berlaku dalam tahapan Pilkada 2024 nanti," jelas.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

