Diversifikasi Tanaman, Kelompok Tani Pasraya Siap Tanam Buncis dan Labu Siam

Strategi diversifikasi tanaman dikembangkan Kelompok Tani Pasraya di Kampung Lajaluhur, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Diversifikasi Tanaman, Kelompok Tani Pasraya Siap Tanam Buncis dan Labu Siam
Untuk menjaga keberlanjutan usaha dan memaksimalkan potensi lahan, Kelompok Tani Pasraya mulai melakukan diversifikasi tanaman. Dalam waktu dekat, mereka akan menanam buncis serta mengembangkan budidaya labu siam. (n nurhohman)

INILAHKORAN.ID - Strategi diversifikasi tanaman dikembangkan Kelompok Tani Pasraya di Kampung Lajaluhur, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Kelompok Tani Pas Raya yang mengelola lahan sekitar 2.800 meter persegi sebelumnya fokus membudidayakan jahe gajah. Komoditas tersebut dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar yang relatif stabil.

Ketua Kelompok Tani Pasraya Entoh Tohayat mengatakan, pengembangan pertanian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lahan, cuaca, serta peluang pasar.

“Awalnya kami fokus ke jahe gajah karena sesuai dengan kondisi lahan. Hasilnya cukup membantu meningkatkan pendapatan anggota,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Namun, untuk menjaga keberlanjutan usaha dan memaksimalkan potensi lahan, Kelompok Tani Pasraya mulai melakukan diversifikasi tanaman. Dalam waktu dekat, mereka akan menanam buncis serta mengembangkan budidaya labu siam.

Menurutnya, langkah itu menjadi strategi untuk mengantisipasi fluktuasi harga komoditas di pasaran. Dia menilai ketergantungan pada satu jenis tanaman berisiko terhadap kestabilan penghasilan petani.

“Dengan menanam lebih dari satu komoditas, kami berharap hasil panen lebih beragam dan pendapatan bisa lebih stabil,” katanya.

Buncis dipilih karena memiliki masa panen yang relatif singkat serta permintaan pasar yang tinggi untuk kebutuhan konsumsi harian. Sementara labu siam dinilai memiliki daya tahan baik dan perawatan yang lebih mudah.

Selain aspek ekonomi, diversifikasi ini juga bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui pola tanam yang lebih variatif. Dengan begitu, lahan yang sebelumnya hanya ditanami satu komoditas kini dapat memberikan hasil lebih maksimal.

Ke depan, Kelompok Tani Pasraya juga berencana menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian, guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam budidaya hortikultura.

Sementara itu, Kepala Desa Pusparaja Ajo Sutarjo menyatakan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan kelompok tani tersebut. Pemerintahan desa diakuinya siap memberikan pendampingan dan fasilitasi guna mendorong pengembangan sektor pertanian.

Dia menilai upaya yang dilakukan Kelompok Tani Pasraya sejalan dengan program peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap kelompok ini bisa menjadi contoh bagi petani lainnya dalam mengelola lahan secara produktif dan inovatif,” pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani