DKPP Kota Bandung Akui Operasi Pasar Belum Bisa Turunkan Harga Beras

Tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan bahan pokok menjelang Ramadhan 1445 H, belum dapat diimbangi dengan ketersediaan stok saat ini.

DKPP Kota Bandung Akui Operasi Pasar Belum Bisa Turunkan Harga Beras

INILAHKORAN, Bandung - Tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan bahan pokok menjelang Ramadhan 1445 H, belum dapat diimbangi dengan ketersediaan stok saat ini.

Imbasnya dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar, upaya-upaya pihaknya dalam menekan harga kebutuhan pokok belum begitu terasa.

"Upaya kita dari pemerintah, bisa dikatakan belum terlihat. Karena itu tadi, kebutuhan masyarakat akan kebutuhan bahan pokok ini lebih tinggi," kata Gin Gin Ginanjar pada Jumat 1 Maret 2024. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, dituturkan ia telah melaksanakan upaya-upaya untuk menekan tingginya harga kebutuhan pokok saat ini. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar beras.

"Salah satu upaya kita dengan memperbanyak stok, contohnya beras. Tetapi walaupun stok kita perbanyak, masih belum bisa mengimbangi kebutuhan yang begitu besar. Jadi harga tetap tinggi," ucapnya.

Pihaknya pun dikemukakan Gin Gin, kini tengah menunggu kebijakan dari pemerintah pusat dalam hal ini. Apakah akan melakukan impor beras, atau menunggu panen raya pada April mendatang.

Namun demikian, operasi pasar beras yang tengah dilaksanakan pihaknya. Setidaknya dapat menahan harga jual dipasaran saat ini, meski belum mampu mengembalikan harga kepada kondisi semula.

"Tapi sebetulnya dengan operasi pasar beras, dan bantuan pangan. Paling tidak membuat harga itu tidak melonjak lagi, dan menstabilkan harga meskipun masih di atas HET. Tapi tidak sampai bergejolak," ujar dia.

Pihaknya menambahkan, harga jual beras tertinggi di Kota Bandung sekarang ini tembus ke angka Rp 18.500. Harga tersebut merupakan jenis beras premium dengan grade super.

"Untuk level medium Rp 15.250 ribu dan memang mendekati beras premium Rp 16.730 sampai Rp 17 ribu. Nah, sebetulnya dampak El Nino baru terasa sekarang, bukan kemarin-kemarin," tandasnya. *** (yogo triastopo)


Editor : Ahmad Sayuti