Kasus Keracunan Kerap Terjadi di KBB, Arsan Latif Berikan Tugas Tambahan untuk Disperindag
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menyoroti kasus keracunan massal yang kerap terulang dan menimpa para siswa di jenjang SD di Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menyoroti kasus keracunan massal yang kerap terulang dan menimpa para siswa di jenjang SD di Bandung Barat.
Seperti diketahui, kasus keracunan massal kembali terjadi di SDN Bojong II, Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Bandung Barat (KBB).
Sedikitnya, tujuh orang siswa mengeluhkan gangguan pencernaan seperti sakit perut, muntah-muntah, dan sakit kepala.
Kasus serupa juga menimpa seorang siswa SD Kartika, Desa Karyawangi, Parongpong, mengalami keracunan makanan dengan keluhan medis muntah, sakit perut, hingga diare, pada Selasa, 27 Februari 2024 sekitar pukul 09.45 WIB.
"Soal keracunan saya harus betul-betul berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menjaga betul jajanan-jajanan ini," kata Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif saat ditemui di Lembang.
Arsan menilai, jajanan yang dikonsumsi anak-anak tersebut merupakan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Meski begitu, jangan sampai produk tersebut menyebabkan masalah bagi masyarakat Bandung Barat.
"Maka dari itu kita harus mengecek dan saya sudah perintahkan semua OPD terkait," ujarnya.
"Saya harus bisa memastikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pemetaan jajanan tersebut seperti apa," sambungnya.
Arsan menilai tidak perlu ada filter atau penyaringan produk UMKM. Namun, harus ada pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang ada di Disperindag.
"Saya kira perlu pembinaan saja menyesuaikan dengan tugas dan fungsi," ujarnya.
"Karena kadang-kadang ada orang yang masuk itu tugas dan fungsinya gak tahu. Jadi, mengoptimalkan yang ada, yang tadinya sedikit lemah harus kita optimalkan," sambungnya
Dengan adanya kasus keracunan ini, Arsan pun memerintahkan Disperindag untuk mengecek produk yang menyebabkan keracunan ini.
"Saya perintahkan Disperindag dan memberikan tugas tambahan lagi untuk segera mengecek produk yang menyebabkan keracunan tersebut," ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Asep Dendih mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat bersama seluruh kepala sekolah guna mengantisipasi terulangnya kasus keracunan massal yang kerap menimpa sisa di jenjang SD.
"Kami tidak akan lelah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi dunia pendidikan di KBB," kata Asep.
"Kami menerima beragam kritik yang diberikan terhadap kinerja Disdik Bandung Barat mulai dari kasus keracunan yang kerap terulang hingga kondisi bangunan yang rusak dan tidak laik digunakan," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

