DLH Kabupaten Cirebon Digitalisasi Angkutan Sampah, Armada Dipantau Realtime
DLH Kabupaten Cirebon menerapkan aplikasi WONG-KATON untuk memantau armada sampah secara realtime. Digitalisasi dilakukan di tengah keterbatasan armada.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon mulai menerapkan sistem pengangkutan sampah berbasis digital melalui aplikasi WONG-KATON atau Wadah Online Ngelola Kebersihan & Administrasi Tata Lingkungan.
Sistem tersebut telah berjalan sekitar dua bulan dan digunakan untuk memantau pergerakan armada pengangkut sampah secara realtime. Penerapan WONG-KATON disebut menjadi yang pertama di wilayah Ciayumajakuning.
Kepala UPTD TPAS DLH Kabupaten Cirebon, Wahyudi, mengatakan digitalisasi dilakukan untuk menata operasional armada sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap layanan pengangkutan sampah.
Menurutnya, setiap armada dan pengemudi telah memiliki identitas masing-masing dalam sistem. Operator dapat memantau kendaraan yang beroperasi, rute perjalanan, titik koordinat, hingga armada yang tidak berangkat.
"Jadi ketika mobil mau berangkat dari pool, masing-masing pengemudi sudah punya aplikasinya. Jadi masuk ke aplikasi itu masing-masing nomor mobil, nama sopir sudah ada, tinggal masukkan, ada ID-nya," kata Yudi, Senin (24/8/2026).
DLH Bisa Pantau Armada Pengangkut Sampah
Yudi menyebut penerapan sistem digital tersebut juga membantu DLH mengetahui wilayah yang belum mendapatkan pelayanan pengangkutan sampah.
Saat ini, terdapat dua operator yang bertugas memantau pergerakan armada setiap hari. Dengan sistem tersebut, posisi kendaraan dan aktivitas pengangkutan dapat diketahui secara lebih cepat.
"Di sini kita mempunyai dua operator yang memantau setiap hari. Jadi tiap hari kelihatan, mobil mana, titik mana, kelihatan," ujarnya.
Meski demikian, DLH masih melakukan evaluasi setelah dua bulan penerapan WONG-KATON. Evaluasi diperlukan untuk menyesuaikan sistem dengan kondisi operasional armada di lapangan.
Salah satu kendala ditemukan pada pola perjalanan armada dump truck yang harus mengambil sampah dari sejumlah tempat penampungan sementara (TPS) sebelum menuju tempat pembuangan akhir (TPA).
Kondisi tersebut berbeda dengan armada arm roll yang memiliki pola perjalanan relatif lebih sederhana, yakni dari pool menuju TPS kemudian ke TPA.
DLH bersama operator aplikasi kemudian melakukan penyesuaian agar sistem dapat membaca pola perjalanan masing-masing armada secara lebih akurat.
WONG-KATON Bakal Diperluas
Ke depan, penggunaan WONG-KATON ditargetkan tidak hanya diterapkan untuk pengangkutan sampah.
DLH Kabupaten Cirebon berencana memperluas digitalisasi untuk operasional kebersihan, pertamanan, hingga armada roda tiga.
"Ke depan, operasional kebersihan, pertamanan, sampai angkutan roda tiga kita lagi membangun agar bisa diterapkan pakai sistem itu semua," kata Yudi.
Dengan perluasan tersebut, DLH berharap seluruh aktivitas pelayanan kebersihan dapat dipantau melalui satu sistem yang terintegrasi.
DLH Cirebon Masih Kekurangan Armada
Di tengah upaya digitalisasi, keterbatasan armada masih menjadi salah satu tantangan utama pelayanan persampahan di Kabupaten Cirebon.
Saat ini DLH memiliki sekitar 65 kendaraan aktif yang melayani 34 kecamatan.
Wilayah barat dilayani 33 armada untuk 22 kecamatan, sedangkan wilayah timur memiliki sekitar 20 armada untuk 12 kecamatan.
Jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan ideal pengangkutan sampah. Kebutuhan armada sangat bergantung pada jumlah desa serta ritase pengangkutan.
"Dengan asumsi satu kecamatan memiliki sekitar 10 desa dan setiap desa membutuhkan satu ritase, minimalnya empat kendaraan arm roll untuk satu kecamatan," jelasnya.
Keterbatasan armada membuat DLH harus menerapkan skala prioritas. Selain mengangkut sampah dari titik yang memiliki kerja sama atau MoU, petugas juga mulai membersihkan tumpukan sampah liar di sejumlah ruas jalan.
Salah satunya dilakukan di kawasan Ramayana Plered hingga arah Palimanan.
"Hari ini kita juga sedang melakukan pengurasan sekitaran Ramayana Plered sampai ke arah Palimanan, hari ini kita kerahkan tiga armada," ungkap Yudi.
Timbulan Sampah Capai 1.200 Ton per Hari
Dari sisi kapasitas, armada di wilayah barat mampu mengangkut hampir 420 ton sampah per hari, sedangkan wilayah timur sekitar 120 ton per hari.
Sampah dari wilayah timur selanjutnya dibawa ke TPA Kubangdeleg, sementara wilayah barat diarahkan ke TPA Gunung Santri.
Namun, total timbulan sampah di Kabupaten Cirebon disebut mencapai sekitar 1.200 ton per hari.
Dengan kapasitas pengangkutan yang baru berada di kisaran 500 ton per hari, masih terdapat kesenjangan sekitar 700 ton sampah yang belum terangkut setiap harinya.
Kondisi tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi DLH Kabupaten Cirebon dalam menangani persoalan persampahan.
Melalui penerapan WONG-KATON, DLH berharap operasional persampahan dapat menjadi lebih tertata, terukur dan terintegrasi. Data pergerakan armada juga diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.***
Editor : JakaPermana

