DLH Cirebon Perkuat Pengelolaan Sampah, Libatkan Masyarakat dan Desa

DLH Kabupaten Cirebon memperkuat pengelolaan sampah melalui peningkatan SDM, kelembagaan desa, partisipasi masyarakat, dan pemutakhiran data lingkungan.

DLH Cirebon Perkuat Pengelolaan Sampah, Libatkan Masyarakat dan Desa
Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Pemulihan Lingkungan DLH Kabupaten Cirebon, Alfian Rediana, menyampaikan pentingnya penguatan SDM dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

INILAHKORAN.ID-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon terus memperkuat pengelolaan lingkungan, khususnya dalam menangani persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penguatan kelembagaan di tingkat desa, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga pemutakhiran data lingkungan.

Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Pemulihan Lingkungan DLH Kabupaten Cirebon, Alfian Rediana, mengatakan peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih optimal.

“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia masih dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” ungkap Alfian, Selasa 11 Agustus 2026.

Menurutnya, persoalan lingkungan, terutama sampah, tidak dapat sepenuhnya diselesaikan oleh pemerintah. Peran aktif masyarakat diperlukan agar upaya pengelolaan sampah dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Persoalan lingkungan, khususnya sampah, tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah. Dukungan masyarakat sangat penting,” ujarnya.

Sarana dan Kesadaran Masyarakat Masih Jadi Tantangan

Alfian mengungkapkan, masih terdapat sejumlah kendala dalam pengelolaan lingkungan di Kabupaten Cirebon. Beberapa di antaranya berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana, tingkat kesadaran masyarakat, serta penguatan kelembagaan di tingkat desa.

“Kendala yang masih dihadapi antara lain sarana dan prasarana, kesadaran masyarakat, serta penguatan kelembagaan di tingkat desa,” jelasnya.

Menurut Alfian, keberadaan kelembagaan di tingkat desa memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan sampah berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Kelembagaan tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak masyarakat untuk menangani sampah sejak dari sumbernya sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.

“Kelembagaan di tingkat desa penting untuk mendukung pengelolaan sampah agar lebih terarah dan berkelanjutan,” kata dia.

Data Lingkungan Akan Diperbarui

Selain persoalan sarana dan partisipasi masyarakat, DLH Kabupaten Cirebon juga menyoroti ketersediaan data lingkungan yang belum sepenuhnya lengkap, khususnya data berbasis wilayah kecil seperti desa dan komunitas.

Pemutakhiran data dinilai penting untuk membantu pemerintah menyusun program lingkungan yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi masing-masing wilayah.

“Pemutakhiran data akan menjadi bagian dari perencanaan agar penanganan lingkungan dapat dilakukan secara lebih terukur dan tepat sasaran,” jelas Alfian.

Dengan penguatan SDM, kelembagaan desa, partisipasi masyarakat, serta pemutakhiran data, DLH Kabupaten Cirebon berharap pengelolaan lingkungan dapat dilakukan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk semakin aktif menjaga lingkungan serta mengurangi persoalan sampah dari tingkat paling dasar, yakni sumber sampah di lingkungan permukiman.***


Editor : JakaPermana