DLH Kota Bandung Genjot Pengolahan Sampah Dalam Kota, Kurangi Keteragntungan ke TPA
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung terus memperkuat strategi pengolahan sampah di dalam kota, mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA). Langkah itu, dilakukan seiring dengan keterbatasan kapasitas TPA yang makin mendesak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung terus memperkuat strategi pengolahan sampah di dalam kota, mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA). Langkah itu, dilakukan seiring dengan keterbatasan kapasitas TPA yang makin mendesak.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan, pengolahan di sumber timbulan kini menjadi fokus utama. Salah satu upaya dilakukan di Pasar Gedebage, yang kini memiliki instalasi pengolahan berkapasitas 30 ton per hari.
"Kalau tidak kita olah dari sumbernya, lambat laun kita tidak sanggup lagi membuang ke TPA. TPA juga punya batas maksimal," kata Darto pada Senin 28 Juli 2025.
Saat ini, volume sampah yang masuk ke instalasi Gedebage baru berkisar 20 hingga 22 ton per hari. Guna menutupi kekurangan, pihaknya mulai memasok sampah organik dari beberapa pasar lain seperti Ujungberung, Cicaheum dan TPS Dago Pojok.
Selain Gedebage, pengolahan sampah dengan metode insinerator juga sudah berjalan di Kecamatan Bandung Kulon. Instalasi ini mampu memusnahkan lebih dari 30 ton sampah per hari, dengan operasional tiga shift.
"Di Bandung Kulon sebagian besar kelurahan sudah selesai urusan sampahnya karena kapasitas insinerator di sana cukup besar," ucapnya.
Pihaknya juga tengah menyiapkan pengadaan alat baru melalui perubahan anggaran, termasuk peningkatan unit kampung bebas sampah (KBS). Targetnya, pada 2026, KBS bisa mengolah hingga 33 persen dari total timbulan sampah di Kota Bandung.
"Langkah-langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah kami untuk memperkuat sistem pengolahan lokal, dan mengurangi tekanan terhadap TPA regional yang kini semakin terbatas daya tampungnya," ujar dia. *
Editor : Ahmad Sayuti


