Pengelolaan Sampah Jawa Barat, TPPASR Legok Nangka Dapat Penjaminan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT Jabar Environmental Solutions (JES) memperkuat proyek pengelolaan sampah regional.

Pengelolaan Sampah Jawa Barat, TPPASR Legok Nangka Dapat Penjaminan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT Jabar Environmental Solutions (JES) memperkuat proyek pengelolaan sampah regional.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT Jabar Environmental Solutions (JES) memperkuat proyek pengelolaan sampah regional, dengan menandatangani perjanjian penjaminan bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Penjaminan ini dinilai mampu meningkatkan keyakinan investor pada proyek infrastruktur lingkungan hidup, yang selama ini menuntut standar teknis tinggi dan skema pembiayaan kompleks.

Plt Direktur Utama PT PII, Andre Permana mengatakan, langkah penjaminan merupakan strategi penting untuk memperkuat kepastian investasi dan meningkatkan kelayakan proyek mendapatkan pembiayaan bank bagi TPPASR Legok Nangka.

“Proyek ini dapat mengurangi timbulan sampah, peningkatan kualitas layanan pengelolaan sampah, serta penciptaan nilai tambah dari pemanfaatan sampah menjadi energi,” ujar Andre baru-baru ini.

Proyek TPPASR Legok Nangka menjadi tonggak penting bagi PT PII, sekaligus mencatatkan beberapa poin penting dalam portofolio perusahaan. Yakni KPBU pertama pada 2026 dan proyek sektor persampahan pertama yang dijamin. Proyek ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan perekonomian lokal.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan, keberadaan TPPASR Legok Nangka diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah di Bandung Raya. Proyek ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pembuangan akhir yang kapasitasnya terbatas.

“Saya mengapresiasi peran PT PII yang telah memberikan penjaminan pemerintah untuk proyek ini, karena hal tersebut menjadi landasan kuat untuk memastikan proyek berjalan sesuai komitmen,” kata Dedi.

Dengan penerapan teknologi waste-to-energy yang mampu mereduksi sampah hingga 85 persen dan menghasilkan energi listrik hingga 40,79 MW, TPPASR Legok Nangka diproyeksikan menjadi model pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan manfaat luas bagi masyarakat Bandung Raya dan sekitarnya. ***


Editor : JakaPermana