DLH Kota Bandung Kerahkan Puluhan Armada dan Tiga Shift Petugas di Malam Tahun Baru
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, menyiapkan strategi operasional dan logistik untuk menjaga kebersihan kota saat malam pergantian tahun baru. Puluhan armada pengangkut sampah, dikerahkan dan sistem kerja petugas diperpanjang hingga tiga shift di sejumlah titik rawan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, menyiapkan strategi operasional dan logistik untuk menjaga kebersihan kota saat malam pergantian tahun baru. Puluhan Armada pengangkut sampah, dikerahkan dan sistem kerja petugas diperpanjang hingga tiga shift di sejumlah titik rawan.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan, pengamanan kebersihan Malam Tahun Baru difokuskan pada 47 titik yang terdiri dari ruas jalan utama dan area publik yang berpotensi menjadi lokasi kerumunan warga.
“Yang kita waspadai ada 47 titik, itu terdiri dari ruas jalan dan area. Dari sisi operasional, kita sesuaikan armada dan jumlah petugas di tiap titik,” kata Darto pada Selasa 30 Desember 2025.
Untuk mendukung pembersihan, pihaknya menyiapkan 12 truk besar, 18 unit pick up dan 54 motor sampah yang akan ditempatkan sesuai kebutuhan lapangan. “Armada yang kita kerahkan itu 12 truk besar, 18 pick up dan 54 motor sampah. Tidak semua titik perlu truk besar, ada yang cukup pakai motor sampah,” ucapnya.
Selain armada, DLH Kota Bandung juga menerapkan sistem kerja dua hingga tiga shift. Khusus malam tahun baru, beberapa ruas jalan dengan aktivitas tinggi diberlakukan tiga shift penuh.
“Biasanya dua shift, tapi khusus malam tahun baru ada penambahan jadi tiga shift di beberapa ruas jalan. Tidak semua, hanya yang aktivitasnya tinggi,” ujar dia.
Penambahan jam kerja tersebut, dikemukakan Darto dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan sampah yang biasanya terjadi setelah masyarakat merayakan pergantian tahun. Berdasarkan pengalaman, puncak pembersihan baru dapat dilakukan setelah aktivitas warga selesai.
“Biasanya acara itu baru benar-benar selesai jam satu malam, bahkan bisa molor sampai jam tiga atau jam empat. Jadi kita menyesuaikan jam operasi di lapangan,” jelasnya.
Pihaknya juga memastikan penambahan kantong sampah di titik-titik krusial untuk meminimalkan sampah berserakan selama perayaan berlangsung. “Trash bag itu selalu kita tambah di malam tahun baru, terutama di titik-titik yang rawan,” ujar dia.
Terkait prosedur penanganan sampah, Darto menegaskan tidak ada perubahan signifikan. Pola kerja dan mekanisme pembersihan tetap mengacu pada sistem yang selama ini berjalan. “Prosedurnya tetap normal, tidak ada perubahan. Selama ini juga tidak ada kendala, hanya jam operasinya saja yang kita tambah,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

