DLH Sisir Limbah MBG di Karawang, IPAL Ada tapi Belum Sesuai Prosedur

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang menyisir dapur makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah lokasi di Kabupaten Karawang.  Khususnya terkait keberadaan IPAL.

DLH Sisir Limbah MBG di Karawang, IPAL Ada tapi Belum Sesuai Prosedur
Kepala DLH Karawang Asep Suryana mengatakan, pihaknya melakukan pembinaan kepada pengelola MBG di sejumlah titik. Saat ini baru tiga lokasi MBG yang didatangi dan telah mendapatkan pembinaan. (nila kusuma)

INILAHKORAN.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang menyisir dapur makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah lokasi di Kabupaten Karawang. Mereka melakukan pengecekan langsung pengelolaan limbah MBG dan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).

Kepala DLH Karawang Asep Suryana mengatakan, pihaknya melakukan pembinaan kepada pengelola MBG di sejumlah titik. Saat ini baru tiga lokasi MBG yang didatangi dan telah mendapatkan pembinaan.

"Baru tiga lokasi yang sempat kita datangi. Nanti kita akan menyisir lagi masih disesuaikan waktu dan petugasnya," kata Asep Suryana, Kamis (23/4/26).

Menurutnya, langkah pembinaan kepada pengelola MBG dilakukan setelah pihaknya berkomunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) khususnya terkait pengelolaan limbah dari aktivitas dapur MBG

Salah satu temuan utama di lapangan adalah keberadaan IPAL yang tidak sesuai prosedur. Meski secara fisik tersedia, namun proses pengelolaan limbah dinilai belum optimal.

"Kebanyakan IPAL itu ada tetapi belum sesuai prosedur. Tahapannya belum berjalan maksimal. Inilah yang kami sampaikan kepada pengelola MBG agar tahapan IPAL itu harus sesuai dengan prosedur," kata Asep.

Menurut Asep, pengelolaan limbah seharusnya melalui beberapa tahapan hingga mencapai kondisi aman sebelum dibuang ke lingkungan. Namun tahapan itu belum sepenuhnya diterapkan dilapangan. 

"Seharusnya ada tahapan proses hingga limbah tidak berbau dan layak buang. Saat ini belum maksimal, belum sampai kondisi aman," katanya.

‎Asep juga mengatakan selain pengelolaan IPAL, DLH juga menyoroti pengelolaan sampah MNG yang masih perlu ditingkatkan. Untuk saat ini pendekatan yang dilakukan masih bersifat pembinaan bukan penindakan. 

"Iya, kami turun ke lapangan bukan untuk memberi sanksi tapi melakukan pembinaan. Masih banyak pengelola yang belum tahu cara pengolahan IPAL yang baik dan benar," katanya.


Editor : Doni Ramdhani