DPRD Jabar Usul Buat Kurikulum Pendidikan Suporter Sepakbola di Sekolah

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Zaini Shofari mengusulkan, agar dibuat kurikulum pendidikan suporter sepakbola di sekolah.

DPRD Jabar Usul Buat Kurikulum Pendidikan Suporter Sepakbola di Sekolah

INILAHKORAN, Bandung - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Zaini Shofari mengusulkan, agar dibuat kurikulum pendidikan suporter sepakbola di sekolah.

Keberadaan kurikulum ini diyakini Zaini, dapat meminimalisir berbagai risiko saat pertandingan sepak bola.

Menurutnya, kasus bentrok antar suporter tim sepak bola sering kali terjadi, dengan adanya keterlibatan dari para remaja bahkan usia SMP.

"Banyak kasus terkait sepak bola itu yang libatkan pelajar, saya usulkan harus ada pendidikan untuk anak SD hingga SMA," ujar Zaini baru-baru ini.

Bila ditanamkan sejak dini kata dia, kasus kekerasan dan lainnya di sepak bola bisa diminimalisir. Mengenai materi yang ada di dalam pendidikan suporter ini beberapa diantaranya bisa melalui nilai-nilai sportivitas. 

"Maka apapun yang terjadi menang atau kalah harus terima, pendidikan suporter itu menyangkut mentalitas penonton yang ada pelajar di dalamnya," ucapnya.

Selain itu, dirinya juga mengusulkan adanya tribun khusus pelajar di dalam stadion. Hal ini, bisa diujicobakan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang kini menjadi markas tim kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung. 

"Jadi kami usulkan tribun khusus pelajar. GBLA itu dikontrak 30 tahun oleh Persib Bandung dengan Pemkot Bandung. Jadi kita usulkan tribun khusus pelajar," usulnya.

Zaini menambahkan, dorongan pendidikan suporter sepak bola ini pada beberapa waktu lalu pernah disampaikannya ke Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir. Saat itu, Erick dikatakannya sangat mengapresiasi ide tersebut. 

Meski begitu, dalam realisasinya, Zaini mengatakan, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Harus turut bekerja bersama. Mulai dari Dinas pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga di tingkat provinsi, serta kabupaten dan kota.

"Harus ada upaya untuk terlibat semua di situ, termasuk DPRD dan Persib ada keterbukaan untuk sama-sama khusus pendidikan suporter. Biarkan mental para suporter kuat," katanya. 

Untuk pendanaan, Zaini mengungkapkan, hal ini bisa menggunakan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan. Salah satunya dari PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) yang kini membawai Persib Bandung. 

"Persib Bandung kan punya kemampuan, CSR juga kan ada, itu perlu kolaborasi bersama. Apalagi, bagi suporter Persib ini kan sudah ideologi, jadi di situ kita bisa masuk dan bina," pungkasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti