DPRD Kawal Trase Batutulis

Longsor yang menerjang Batutulis pada 2025 tak hanya merusak jalan.

DPRD Kawal Trase Batutulis
SESUAI JADWAL: Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono memastikan pembangunan trase baru Batutulis di Kota Bogor berjalan sesuai jadwal.

Oleh: Yuliantono

INILAH, Bandung - Longsor yang menerjang Batutulis pada 2025 tak hanya merusak jalan. Bencana itu juga memutus salah satu jalur penting yang selama bertahun-tahun menghubungkan aktivitas warga di kawasan selatan Kota Bogor.

Sejak saat itu, akses yang terganggu menjadi pengingat, infrastruktur tak cukup hanya dibangun kuat, tetapi juga harus mampu menghadapi ancaman alam yang datang sewaktu-waktu. Kini, harapan itu mulai terlihat.

Di lereng Batutulis, alat berat terus bekerja membentuk trase baru yang kelak menggantikan jalur lama. Jalan yang sedang dibangun bukan sekadar menghubungkan dua titik yang terputus, melainkan dirancang menjadi infrastruktur yang lebih aman sekaligus lebih ramah terhadap lingkungan.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono memastikan pembangunan trase baru Batutulis berjalan sesuai rencana. Saat meninjau lokasi proyek, Minggu (19/7), dia menyebut progres pekerjaan telah mencapai 22 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.

“Jadi kunjungan kali ini kita meninjau pembangunan trase baru Batutulis yang pada 2025 mengalami longsor. Alhamdulillah hari ini pembangunannya sudah berjalan. Konstruksi dibiayai melalui APBD Provinsi Jabar, sedangkan pembebasan lahannya dilakukan Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya.

Menurut Ono, percepatan pembangunan menjadi bukti kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor. Sinergi tersebut memungkinkan proyek terus berjalan sesuai jadwal sehingga masyarakat dapat segera kembali menikmati akses transportasi yang lebih aman.

Namun, yang dibangun bukan hanya badan jalan. Pemerintah juga menyiapkan sistem drainase yang lebih baik, menata ruang terbuka hijau, serta melakukan penghijauan kembali kawasan Leuweung Batutulis. Langkah itu diharapkan mampu mengurangi risiko longsor yang pernah memutus jalur tersebut.

“Insya Allah Oktober 2026 nanti pembangunan selesai. Yang dibangun bukan hanya jalannya, tetapi juga sistem drainase, taman, dan penghijauan kembali kawasan Leuweung Batutulis,” kata Ono. (gin)


Editor : Inilahkoran