DPRD Kota Bandung Dukung Angkot Pintar, Asal Anggaran Tepat Sasaran

Komisi III DPRD Kota Bandung menyatakan, dukungannya terhadap rencana Pemerintah (Pemkot) Bandung menghadirkan angkot pintar sebagai solusi transportasi publik.

DPRD Kota Bandung Dukung Angkot Pintar, Asal Anggaran Tepat Sasaran
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga

INILAHKORAN, Bandung - Komisi III DPRD kota bandung menyatakan, dukungannya terhadap rencana Pemerintah (Pemkot) Bandung menghadirkan angkot pintar sebagai solusi transportasi publik.

Namun, pihaknya mengingatkan pentingnya memastikan anggaran yang dialokasikan tepat sasaran dan berdampak langsung pada perbaikan sistem transportasi.

Anggota Komisi III DPRD kota bandung, Rendiana Awangga mengatakan, sejak lama pihaknya telah mendorong pemerintah kota untuk melakukan revolusi transportasi publik.

Menurutnya, wacana angkot pintar yang disampaikan wali kota bandung selaras dengan semangat perubahan yang diharapkan pihaknya.

“Kalau di Komisi III, sejak lama sudah mendorong pemkot untuk mulai memikirkan revolusi transportasi publik,” kata Rendiana Awangga, Selasa 1 Juli 2025.

Ia menyebut, berbagai persoalan pada angkot saat ini seperti kenyamanan, ketepatan waktu hingga praktik ngetem harus segera dibenahi.

Pihaknya juga menilai, langkah Pemkot Bandung untuk menerapkan teknologi dalam sistem angkot layak diapresiasi. 

Namun, ia menekankan bahwa penggunaan anggaran sebesar Rp150 miliar untuk program ini harus benar-benar diperhitungkan dengan matang.

“Saya pikir sih hitungannya make sense ya, kalau kita lihat permasalahan transportasi publik ini karena carut-marut yang mengakibatkan kemacetan yang sangat parah di kota bandung,” ucapnya.

Ia mengacu pada kajian asian development bank (ADB) yang menyebutkan, kerugian ekonomi akibat kemacetan di Bandung bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Jumlah yang jauh lebih besar dari anggaran yang direncanakan untuk angkot pintar.

Yang terpenting, lanjut Rendiana adalah memastikan bahwa anggaran yang disiapkan tersebut memiliki hasil yang terukur. Khususnya dalam hal pengurangan kemacetan.

“Pada saat dilaksanakan transportasi publik itu, dia dapat terukur lah jumlah kemacetan yang dapat dikurangi karena hadirnya si angkot pintar tersebut,” ujar dia.

Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima kajian teknis lengkap terkait proyek tersebut. Komisi III, berencana akan memanggil Dishub kota bandung meminta penjelasan lebih lanjut. *


Editor : Ahmad Sayuti