Dua Bianglala di Puncak Tak Berizin, Salah Satunya Ada di Rest Area Puncak

Sebanyak dua bianglala di Puncak tak berizin. Baik yang berada di Rest Area Puncak yang dikelola PT Sayaga Wisata maupun di objek wisata nonalam yang sedang dibangun PT Jaswita Jabar.

Dua Bianglala di Puncak Tak Berizin, Salah Satunya Ada di Rest Area Puncak
Diketahui, dua bianglala di Puncak tak berizin yang salah satunya di Rest Area Puncak itu lantaran tidak mengantongi izin mendirikan bangunan maupun mendapatkan sertifikat laik fungsi (SLF). (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Sebanyak dua bianglala di Puncak tak berizin. Baik yang berada di Rest Area Puncak yang dikelola PT Sayaga Wisata maupun di objek wisata nonalam yang sedang dibangun PT Jaswita Jabar.

Diketahui, dua bianglala di Puncak tak berizin yang salah satunya di Rest Area Puncak itu lantaran tidak mengantongi izin mendirikan bangunan maupun mendapatkan sertifikat laik fungsi (SLF).

"Dua bangunan bianglala di Puncak tak berizin. Baik di Rest Area Puncak maupun yang sudah dibangun PT Jaswita Jabar belum mengantongi izin maupun SLF, kami sudah mengirimkan surat teguran kepada mereka," ujar Kabid Penataan Bangunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Riza Juangsah Rahmat kepada wartawan, Kamis 11 Juli 2024.

Baca Juga : PKL Rest Area Puncak Diminta Pindah, Kiosnya Bakal Diisi oleh Bukan PKL ? Ini Jawaban Dirut Sayaga Wisata

Sementara itu, pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi mendukung langkah cukup tegas DPKPP, walaupun telat karena bangunan atau wahana bianglala sudah terbangun baru mengurus sertifikat maupun perizinannya.

"DPKPP telat, dalam hal ini UPT Pengawas Tata Bangunan Wilayah II. Kenapa sudah terbangun atau dibiarkan terbangun, padahal belum mengantongi SLF maupun IMB," kata Yusfitriadi.

Yusfitriadi menambahkan, di Gunung Mas Cisarua tempat terbangunnya bianglala itu anginnya terbilang kencang hingga menjadi venue cabang olahraga paralayang dan gantole.

Baca Juga : Dua Pemotor Tabrakan di Tajur, Satu Orang Tewas

"Apakah aman adanya bangunan bianglala di Gunung Mas dan bakal terjamin keselamatan wisatawan? Selain anginnya kencang, disana juga menjadi tempat olahraga paralayang dan gantole. Oleh karena itu masyarakat harus diyakinkan dengan dikantonginya SLF oleh PT Sayaga Wisata dan PT. Jaswita Jabar. Mumpung Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu tidak memiliki kepentingan dan beban, saya mendukung langkah penertiban bangunan tak berizin," tambahnya.

Halaman :


Editor : Doni Ramdhani