Dua Bulan, Progres Pembangunan Gedung MDGs Ciawi Hanya 10 Persen

Proyek pembangunan Gedung MDGs RSUD Ciawi yang sempat mangkrak mulai dikerjakan kembali. Namun, progres proyek tersebut hanya 10 persen,

Dua Bulan, Progres Pembangunan Gedung MDGs Ciawi Hanya 10 Persen
Ade Yasin (kedua dari kiri) meninjau pembangunan gedung di RSUD Ciawi.

INILAHKORAN, Ciawi - Proyek pembangunan Gedung MDGs RSUD Ciawi yang sempat mangkrak pada 2020 lalu mulai dikerjakan kembali. Namun, sayangnya hingga saat ini proyek yang dikerjakan PT Karya Tunas Mandiri Persada tersebut masih berada di angka 10 persen.

Direktur Utama RSUD Ciawi Muhammad Tsani pun mengatakan, ada kendala dalam proyek pembangunan gedung senilai Rp34,8 miliar tersebut yaitu karena ada revisi site plan.

"Kendala meneruskan pembangunan gedung yang sebelumnya mangkrak itu ternyata tidak mudah, ada site plan yang diubah, lalu menunggu persetujuan pihak terkait agar tidak salah dan lainnya hingga progres pembangunannya baru memcapai 10 persen," kata Tsani kepada wartawan, Minggu 5 September 2021.

Untuk mempercepat pembangunan gedung tersebut, ia pun meminta penyedia jasa melakukan percepatan mulai dari penambahan pengadaan alat, penambahan pekerja dan juga penambahan jam kerja.

"Alat berat towet crane dan upaya lainnya untuk mempercepat pekerjaan sudah kita tambah, tower crane ini dibutuhkan karena sempitnya lahan dan disesaki gedung hingga alat tersebut benar-benar kita butuhkan," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ridwan Muhibi meminta Direktur Utama RSUD Ciawi Muhammad Tsani selaku kuasa pengguna anggaran secara cermat melakukan monitoring.

"Pembangunan Gedung MDGs yang kini dilanjutkan jangan sampai gagal bangun atau mangkrak seperti tahun 2020 lalu, semua potensi kendala harus diantisipasi. Saya minta proyek yang sumber anggarannya bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dan surat perintah kerjanya terbit pada 5 Juli lalu ini dilakukan dengan cermat monitoringnya hingga proyek ini tepat guna, tepat kualitas dan tepat administrasi," pinta Ridwan.

Politisi Partai Golkar ini melanjutkan, dewan sebelumnya menyetujui usulan Direksi RSUD Ciawi untuk melanjutkan proyek pembangunan Gedung MDGs yang sempat mangkrak di Tahun 2020 lalu.

"Jika tahun lalu, pendanaan proyek pembangunan Gedung MDGs ini bersumber dari program pemulihan ekonomi nasional, maka di tahun ini berdasarkan hasil rapat refocusing, pendanannya bersumber dari APBD tingkat II. Kami menyetujui karena Gedung MDGs ini sangat dibutuhkan untuk merawat pasien yang menderita penyakit menular seperti wabah Covid 19, TBC, HIV AIDS dan lainnya," lanjutnya. (reza zurifwan)


Editor : inilahkoran