Dua Hari, 21 Bencana Alam Terjadi di Kota Bogor dari Banjir Hingga Pohon Tumbang

Hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda wilayah Kota Bogor, dan menyebabkan kejadian bencana alam banjir dan pohon tumbang pada Senin 13 November 2023 sore hingga malam. 

Dua Hari, 21 Bencana Alam Terjadi di Kota Bogor dari Banjir Hingga Pohon Tumbang

INILAHKORAN, Bogor - hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda wilayah Kota Bogor, dan menyebabkan kejadian bencana alam banjir dan pohon tumbang pada Senin 13 November 2023 sore hingga malam. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat, setidaknya ada 21 kejadian bencana alam yang terjadi di wilayah Kota Bogor dari mulai Senin pagi hingga Selasa pagi. 

Untuk yang membuat warga khawatir banjir di jalan Pemuda hingga jalan Dadali hingga dekat Teplan Jambu Dua, yang diketahui tahun lalu memakan korban jiwa. Bahkan kendaraan roda dua banyak yang mengalami mogok setelah nekat menerobos banjir.

Kepala BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freita mengatakan, hujan deras yang melanda Kota Bogor menyebabkan pohon tumbang, longsor dan banjir lintasan pada beberapa wilayah Kota Bogor. Pertama di wilayah Kecamatan Bogor Utara tanah longsor diantaranya diwilayah Villa Bogor Indah (VBI) 2, RT02/14, Kelurahan Kedung Halang dan wilayah Bantarjati kaum RT01/RW03. Untuk bencana banjir terjadi di wilayah Jalan Kaum Sari No 33 RT 01/RW 05,  RT 04/05 masuk lewat OCBD, pintu masuk OCBD atau sekitaran Kelurahan Cibuluh.

"Pohon tumbang di Jalan Abiyasa Raya Indraprasta RW 16 Kelurahan Bantarjati Belakang PMI Bank Darah dan diwilayah RT 03/05 Bantarjati perumahan Pabaton. Kemudian wilayah Kecamatan Bogor Barat pohon tumbang diwilayah Gang Merpati, RT05/02, Kelurahan Gunung Batu. Kejadian tanah longsor diwilayah Kampung belakang Bumi Asri RT 04/11, Kelurahan Menteng dan Gang Menteng RW 04 Kelurahan Menteng," ungkap Theo kepada INILAH pada Selasa 14 November 2023.

Theo memaparkan, bencana wilayah Kecamatan Bogor Tengah pertama pohon tumbang diwilayah Jalan Kacapi, Kelurahan Paledang bersebrangan dengan wilayah Mantarena Lebak, RW 02, Kelurahan Panaragan, titik kedua diwilayah depan SD Sartika 2 jalan Abesin Kelurahan Cibogor dan ketiga diwilayah Jalan Pengadilan RT 01/02 Kelurahan Pabaton.

"Untuk Kecamatan Tanah Sareal, kejadian tanah longsor diwilayah RT02/02, Kelurahan Kedung Badak. Bencana tembok ambruk di Jalan Gg Seren Bawah, Kampung Pondok Rumput RT 05/RW12, Kelurahan Kebon Pedes," tutur Theo.

Theo menambahkan, kemudian Kecamatan Bogor Timur ada bencana tanah longsor diwilayah Katulampa RT3 /09, Kelurahan Katulampa. Kemudian ada kejadian juga orang hanyut dwilayah Jalan Raya Wangun, Gang Soekarno RT01/01, Kelurahan Sindangsari. 

"Masih Bogor Timur ada pohon tumbang diwilayah Perumnas Bantar Kemang RT 005/005 Kelurahan Baranangsiang. Itu yang masuk hingga sore," tambahnya.

Theo memaparkan, kemudian masuk kembali laporan setelah magrib di wilayah Tanah Sareal ada banjir lintasan di wilayah Cimanggu Poncol, RT 02/05, Kelurahan Kedung Waringin, lalu Jalan Muhajirin Pacilong atau Gg. Pacilong RT 04/RW04, Kelurahan Kebon Pede di wilayah jalan Dadali, Heulang dan Jalan Pemuda, Kelurahan Tanah Sareal.

"Longsor di wilayah Kampung Pondok Rumput RT5/12, Kelurahan Kebon Pedes. Lalu Kecamatan Bogor Utara pohon tumbang di wilayah jalan Janaka 2 no 7 RT 03 RW 15 Kelurahan Tegal Gundil. Masih Bogor Utara, kejadian longsor di wilayah Jalan Achmad Adnawijaya nomor 53 RT 02/RW 01 Kelurahan Tegal Gundil. Total ada 21 kejadian dengan rincian longsor 7 kejadian, pohon tumbang 7 kejadian, banjir 5 kejadian, orang hanyut 1 kejadian dan tembok ambruk 1 kejadian," paparnya.

Theo menjelaskan, untuk kejadian pohon tumbang terjadi di Jalan Perumnas Bantar Kemang RT 005/005, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, kejadian pohon tumbang dilaporkan pada pukul 18.00 WIB. Pohon jenis kersen itu tumbang, dengan tinggi 12 meter dan diameter 10 centi meter dan menimpa sebuah mobil Subaru dengan nopol B8357TY milik Eros yang sedang parkir.

"Pohon tumbang juga menghalangi rumah milik Ibu Heni yang dihuni 1 KK dengan 5 Jiwa," jelasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Ahmad Sayuti