Ducting Kabel di Kota Bandung, Dorong Efisiensi dan Konektivitas Masa Depan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus bergerak mewujudkan kota cerdas, melalui pembangunan infrastruktur digital yang lebih tertata. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digarap adalah proyek ducting kabel.

Ducting Kabel di Kota Bandung, Dorong Efisiensi dan Konektivitas Masa Depan

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus bergerak mewujudkan kota cerdas, melalui pembangunan infrastruktur digital yang lebih tertata. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digarap adalah proyek ducting kabel.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A Brilyana mengatakan, ducting bukan hanya upaya mempercantik wajah kota. Tapi menjadi bagian penting dari sistem penunjang digitalisasi layanan publik dan konektivitas masa depan.

"Dengan kabel masuk ke bawah tanah, infrastruktur jaringan jadi lebih aman, tertata dan mudah dikelola. Ini penting sebagai fondasi kota cerdas," kata Yayan A Brilyana, Jumat 3 Oktober 2025.

Dituturkan ia, hingga saat ini 13 ruas dibangun oleh pemerintah dan 15 lainnya oleh PT Bandung Infra Investama (BII) sebuah badan usaha milik daerah yang diberi mandat untuk menangani pembangunan ducting sejak 2018.

"Pemerintah saat ini tidak lagi membangun ducting baru. Fokusnya adalah memanfaatkan, dan membersihkan ducting yang sudah ada agar bisa digunakan kembali oleh para operator telekomunikasi," ucapnya.

Sambung ia, salah satu area prioritas adalah Jalan Buah Batu di mana proyek ducting telah dimulai sejak sebulan terakhir. Di kawasan tersebut, sebanyak 270 tiang akan dipotong dan sekitar 25 hingga 30 kabel jaringan akan diturunkan ke dalam tanah.

"Pembersihan ducting ini adalah tahap awal. Setelah itu, kabel dimasukkan dan kabel udara dipotong. Targetnya akhir Oktober semua kabel sudah turun di ruas Buah Batu," ujar dia.

Dalam skema tersebut, setiap operator telekomunikasi diwajibkan memindahkan kabel aktif ke ducting bawah tanah. Selain lebih rapi, sistem ini juga memastikan tidak ada kabel mati yang menggantung seperti selama ini terjadi di udara.

"Kabel yang masuk ke ducting dikenakan sewa dan harus melalui perawatan rutin. Jadi tidak akan ada kabel mati di bawah tanah. Itu efisiensi sekaligus pengendalian," jelasnya.

Sambung Yayan, pembangunan infrastruktur ducting juga menjadi langkah penting dalam menyiapkan kebutuhan jaringan di masa depan. Dengan infrastruktur bawah tanah yang tertata, operator dapat melakukan maintenance dengan lebih cepat dan gangguan layanan bisa diminimalisasi.

Saat ini, fokus pengerjaan proyek ducting juga berlangsung di beberapa ruas lain seperti Jalan Riau pendek dan akan berlanjut ke Jalan Aceh. Sebelumnya, proyek serupa juga sudah berjalan di kawasan Dago dan Riau panjang.

Ia menegaskan, pelaksanaan proyek ducting tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat. Tidak ada pembongkaran besar pada trotoar, karena ducting sudah berada di bawahnya. Pekerjaan hanya melibatkan pembersihan bak kontrol yang tertutup tanah atau lumpur.

"Selain itu, semua pihak yang melakukan pengerjaan wajib mengembalikan kondisi trotoar seperti semula sesuai dengan amanat Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota," ujar dia.

Yayan juga menyoroti pentingnya kerja sama dari para operator dalam mendukung proyek ini. Selain mempercepat penataan kota, infrastruktur ducting akan memberikan nilai tambah dari sisi keamanan jaringan dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi digital di masa mendatang.

"Penataan infrastruktur kabel ini adalah bagian dari strategi jangka panjang menuju smart city. Kita butuh fondasi yang kuat untuk mendukung konektivitas dan layanan digital di Kota Bandung," tandasnya. *


Editor : Ahmad Sayuti