Duh, Genangan Air Hambat Pengecoran Basemant Proyek Alun-alun Pataraksa Bernilai Rp11 Miliar

Genangan air sedikit menghambat pembangunan Alun-alun Taman Pataraksa Cirebon. Kendati begitu pengembang tetap melanjutkan pengecoran

Duh, Genangan Air Hambat Pengecoran Basemant Proyek Alun-alun Pataraksa Bernilai Rp11 Miliar
Pembangunan Alun-alun Taman Pataraksa Cirebon terhambat genangan air

INILAHKORAN, Cirebon,- Proyek pengecoran Alun-alun Taman Pataraksa bernilai Rp11 miliar sedikit terganjal karena adanya genangan air.

Kendati begitu, demi mengejar progres pembangunan pihak pengembang tetap melanjutkan pengecoran.

Pantauan di lapangan, Senin 27 September 2021, genangan air di lokasi proyek alun-alun taman pataraksa memang terbilang sulit dikeringkan. Namun lokasi pengerukan sebelah selatan sudah mulai dipasang lantai kerja.

Ironisnya, pondasi beton cakar ayam yang sudah terpasang, tetap saja masih tergenangi air. Padalah besi-besi besar sudah terpasang, yang nantinya untuk penyangga tiang basemant.

Salah seorang pekerja dilokasi proyek yang enggan disebutkan namanya mengakui, mereka kesulitan mengatasi genangan air yang tidak bisa dikeringkan.

Baca Juga: GM Investasikan Rp4,2 Triliun Kembangkan Teknologi Mobil Otonom China

Walaupun sempat kering beberapa waktu, namun air kembali muncul. Karenanya,mau tidak mau, untuk mengejar progres cakar ayam tetap dipasang dan langsung dilakukan pengecoran.

"Kalau nunggu air surut, kapan surutnya mas. Ini juga setelah dipasang beton, air kembali datang. Ini baru pondasi untuk lantai kerja. Masalahnya dasar tanah ternyata pasir, ya otomatis banyak airnya," ungkapnya.

Sementara itu, Manajemen Kontruksi (MK) Toto mengakui,pemasangan cakar ayam untuk pondasi lantai kerja, masih tergenang air.

Namun menurutnya, meskipun masih tergenang tidak berpengaruh terhadap kekuatan pondasi. Alasannya, sejak awal dipasang bekisting. Artinya, Pengecoran tetap menunggu titik lokasi benar-benar kering.

Baca Juga: Keren Mang Oting! Hiasannya dari Limbah Paralon Dapat Jempol dari Bupati, Gubernur hingga Menteri

"Pas melakukan cor coran, kita keringkan semuanya mas. Jadi tidak berpengaruh pada kekuatan pondasi. Kan sudah pasang bekisting jadi aman," aku Toto.

Toto tidak menampik, kalau lantai basemant yang sekarang sebagian sedang digarap, didominasi pasir dan batu. Namun sambil mengerjakan pondasi, lantai basemant juga akan langsung dicor kembali. Toto kembali menjamin, progres akan sesuai target, asalkan cuacanya mendukung.

"Saya sudah bertemu dengan yang punya proyek ini. Saya kembalikan tanggung jawabnya ke dia. Saya juga sampaikan, kalau hanya bicara progres tapi kenyataanya nol, lebih baik pulang saja. Lah, kan yang bikin rencana progres yang punya proyek mas. Jangan sampai saya yang tanggung jawab," jelas Toto.

Toto juga mengaku, meminta alat pendukung segera didatangkan ke lokasi proyek. Beberapa diantara adalah alat untuk pemotong besi. Kalau tidak ada alat tersebut, otomatis perlu waktu lama menggunakan pemotong besi manual. Disamping itu, dia meminta mengirim berat yang memadai serta mesin pompa yang sudah siap pakai.

Baca Juga: Jelang PSG vs Man City, Harap-harap Cemas Menanti Kiprah Lionel Messi Melawan Sang Guru

"Saya minta alat berat dan mesin pompa yang sehat. Kemarin kan alat beratnya sempat ganti onderdil. Mesin pompa juga sering rusak. Ya kemarin sih dikirim, mudah-mudahan tidak rusak lagi," jelasnya.

Toto menambahkan, kalau saja tidak ada hujan lebat, akhir bulan September ini sudah ada progres yang cukup baik. Meskipun saat ini aktifitas pengerukan masih berlangsung di tribun barat dan selatan, namun tidak terlalu mendapatkan kendala. Toto juga berencana akan membuat dua sumur sampit, yaitu sumur untuk menampung resapan air yang terus muncul.

"Kita akan gali lagi dua sumur dibawah basemant. Fungsinya untuk menampung resapan air. Sebetulnya itu air saluran bukan mata air. Jadi nanti kita akan buang ke sumur sampit itu. Lagi pula penggalian masih berjalan di bagian barat dan timur, " tukasnya.***(Maman Suharman)


Editor : inilahkoran