Duh..Eks JAD Jaringan Asia Tenggara di Filipina Berkumpul Di Cirebon, Ada Apa?

Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui jajaran Polres Cirebon Kota melaksanakan pertemuan dengan mantan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Rahman Surahman.

Duh..Eks JAD Jaringan Asia Tenggara di Filipina Berkumpul Di Cirebon, Ada Apa?

INILAHKORAN, Bandung - Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui jajaran Polres Cirebon Kota melaksanakan pertemuan dengan mantan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Rahman Surahman. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari program deradikalisasi humanis yang bertujuan memperkuat komitmen kebangsaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari paham ekstremisme.

Pertemuan yang digelar dengan tema “Merawat Demokrasi, Mempererat Persatuan dan Menjaga Kondusifitas, Toleransi Beragama, dan Ideologi Pancasila demi Keutuhan NKRI yang Terbebas dari Faham Radikalisme” itu dihadiri oleh sejumlah mantan narapidana terorisme, antara lain Rahman Surahman, Sahrodi, Lutfi Rizki Ramadhan, dan Wahyono. 

Mereka diketahui pernah terlibat dalam aktivitas kelompok yang memiliki jaringan dengan Daulah Islamiyah Asia Tenggara di Filipina.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan terpadu yang tidak hanya berfokus pada aspek ideologi, tetapi juga pada proses reintegrasi sosial dan ekonomi para mantan napiter ke dalam masyarakat. 

“Langkah ini adalah wujud nyata komitmen Polda Jabar untuk menghadirkan pendekatan deradikalisasi yang lebih humanis dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para mantan napiter secara terbuka menyatakan kesetiaan mereka kepada NKRI. 

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan pernyataan resmi oleh Rahman Surahman yang menegaskan komitmen untuk setia kepada bangsa dan negara, serta meninggalkan sepenuhnya paham radikal yang pernah dianut.

Hendra menuturkan bahwa langkah ini menjadi model keberhasilan program deradikalisasi berbasis komunitas yang dapat dijadikan contoh di wilayah lain. 

“Dengan melibatkan unsur kepolisian secara langsung serta mengedepankan pendekatan humanis dan kesejahteraan, kami berharap para mantan napiter ini dapat kembali menjadi warga negara yang produktif dan berperan aktif menjaga persatuan serta kondusivitas di masyarakat


Editor : Ahmad Sayuti