Dukung Earth Hour, Pemprov Jabar Ajak Semua Elemen Berpatisipasi

Gelaran Global Switch Off Earth Hour 2022 sendiri merupakan bagian dari kampanye hemat energi Earth Hour tiap tahunnya

Dukung Earth Hour, Pemprov Jabar Ajak Semua Elemen Berpatisipasi
Gelaran Global Switch Off Earth Hour 2022 sendiri merupakan bagian dari kampanye hemat energi "Earth Hour".

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyelanggarakan peringatan Global Switch Off Earth Hour 2022 yang jatuh pada hari Sabtu, 26 Maret 2022 lalu.

Gelaran Global Switch Off Earth Hour 2022 sendiri merupakan bagian dari kampanye hemat energi "Earth Hour".

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Prima Mayaningtyas mengatakan, pihaknya tidak hanya rutin menyelenggarakan kegiatan Global Switch Off Earth Hour tersebut setiap tahun.

Baca Juga: Kultum Ramadhan Spesial untuk Para 'Jomblo', Aa Gym: Tak Usah Minder

"Tetapi juga senantiasa mengimbau seluruh jajaran Pemerintah kabupaten kota di wilayah Jawa Barat beserta segenap komponen masyarakat Jawa Barat untuk ikut berpartisipasi melaksanakan Earth Hour," ujar Prima.

Karena itu, pihaknya telah mengirimkan surat edaran dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat kepada Kabupaten/Kota untuk melakukan hal yang sama di lingkungannya masing-masing. Terlebih, kampanye Eart Hour merupakan aksi serentak yang dilakukan oleh masyarakat, komunitas, lembaga usaha dan pemerintah di seluruh negara dan dunia.

Di mana tujuannya, mengurangi dampak pemanasan global dan perubahan iklim. Menurut Prima, terjadinya perubahan iklim juga berasal dari penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Baca Juga: Atap SDN Ciheuleut 1 dan 2 Kecamatan Bogor Timur Ambruk Akibat Lapuk dan Keropos

"Sehingga selain diperlukan penggunaan sumber energi terbarukan juga dibutuhkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup yang hemat energi," katanya.

Prima menyampaikan, ketergantungan kepada listrik dari masa ke masa kian meningkat. Sementara, pembangkit listrik mayoritas berbagan dasar fosil, baik itu minyak bumi, batu bara dan gas alam. Sedangkan hal itu berdampak pada pemansan global mengingat mengeluarkan Gas Rumah Kaca (GRK) berupa karbon dioksida (CO2).

"Pada tahun 2021 emisi Gas Rumah Kaca di Jawa Barat telah mencapai 72.404.900,14 Ton CO2eq dengan kontribusi tertinggo sebesar 38,28 persen berasal dari sektor energi, diikui selanjutntya dengan transportasi, limbah dan pertanian," paparnya.

Baca Juga: Ajak POM TNI, Polres Bogor Bakal Tertibkan Penggunaaan Mobdin Polisi dan TNI di Kawasan Puncak

GRK tersebut, Prima mengatakan, menimbulkan pemanasan global dan perubahan iklim yang berdampak pada naiknya permukan air laut. Itu akibat melelehnya lapisan es, kepunahan pada keanekaragaman hayati, gelombang panas yang lebih lama, kekeringan, kebakaran hutan, curah hujan yang semakin tinggi dan cuaca ekstrim lainnya.

"Maka dari itu diperlukan berbagai aksi adaptasi, mitigasi pengendalian terhadap perubahan iklim tersebut," ucapnya.

Adapun pada kamanye Earth Hour tahun 2022 sendiri mengambil teman "Shape Our Future". Yaitu, dengan mematikan lampu dan peralatan elektronil selama 1 jam yang memiliki pesan untuk bersatu menentukan masa depan.

Baca Juga: Tren Pasar Otomotif Positif, Honda Bandung Center Luncurkan All New Honda HRV

Prima melanjutkan, Pemprov Jabar sendiri telah berupaya melakukan kegiatan mitigasi perubahan iklim di antaranya di sektor kehutanan melalui rehabilitasi mangrove, pengembangan taman keanekaragaman hayati, penanaman kawasan hutan, persemaian dan kebun bibit raya. Sedangkan pada sektor pertanian kegiatan mitigasi dilaksanakan berupa penggunaan pupuk organik, penggunaan variegtas padi yang rendah emisi dan unit pengolahan pupuk organik.

 "Selanjutnya pada sektor energi dilakukan pembangunan biodigester, pembangkiyt listrik tenaga mini dan mirko hirdo. Kemudian di sektir transportasi telah dilakukan upaya berupa manajemen parkir, car free day, dan bus rapid transit," katanya.

Selain itu, di sektor limbah upaya yang dilakukan antara lain pembangunan TPS 3R, bank sampah, TPPAS Regional, peningkatan kapasitas serta edukasi di masyarakat berupa pengembangan desa, kabupaten kota, dan sekolah berbudaya lingkungan.

Baca Juga: Spoiler Forecasting Love And Weather Episode 15: Hubungan Lee Shi Woo dan Ayahnya Membaik Berkat Jin Ha Kyung

"Dari kegiatan tersebut emisi Gas Rumah Kaca yang telah diturunkan dari sektor kehutanan sebesar 60,88 persen, sektor energi 18,24 persen, sektor pertanian 14,57 persen, dan sektor limbah 2,11 persen," ungkapnya.

Prima menjelaskan, perlu dipahami bersama-sama bahwa momentum Eart Hour bukan hanya ditujukan untuk memusatkan perhatian dan kepeduloian warga Jabar tentang pentingnya lingkungan hidup sebagai sumber kehidupan. Melainkan juga, dia menambahkan, juga untuk meningkatkan kerjasama antar pemangku kepentingan.

"Baik lembaga pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, dalam menjalankan program program penyelamatan lingkungan secara terpadu dan berkesinambungan," katanya.

Baca Juga: Pamit Tinggalkan Persikabo 1973, Bobotoh Ucapkan Selamat Datang untuk Ciro Alves

Prima menjelaskan, terdapat beberapa upaya yang dilakukan masyarakat Jabar untuk mengurangi jejak emisi karbon minimal 5 persen per orang dengan membiasakan gaya hidup ramah lingkungan. Upaya itu, di antaranya dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik tidak digunakan, pada tanggal 26 maret 2022 lalu minimal selama satu jam mulai pukul 20.30 sampai 21.31 WIB.

"Mengganti penerangan dengan lampu hemat energi yang lebih hemat 80 hingga 85 persen dibandingkan lampu konvensional, mematikan lampu saat keluar ruangan, mematikan peralatan elektronik saat ruangan tidak digunakan, mengatur pendingin ruangan pada suhu 24-26 derajat, ikut membantu menyebarluaskan kampanye hemat energi secara aktir ke jejaring sosial yang dimiliki," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)


Editor : inilahkoran