Dukungan Anggaran Fantastis Rp199,7 Miliar untuk PSSI Pengamat: Wajar Saja Kalau...

Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam mendukung prestasi sepak bola nasional dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp199,7 miliar kepada PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) untuk tahun 2025.

Dukungan Anggaran Fantastis Rp199,7 Miliar untuk PSSI Pengamat: Wajar Saja Kalau...
Dukungan Anggaran Fantastis Rp199,7 Miliar untuk PSSI Pengamat: Wajar Saja Kalau...

INILAHKORAN, Bandung – Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam mendukung prestasi sepak bola nasional dengan mengucurkan Anggaran sebesar Rp199,7 Miliar kepada PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) untuk tahun 2025.

Angka ini bukan hanya yang tertinggi dibandingkan cabang olahraga lainnya, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa sepak bola kini menjadi prioritas utama dalam strategi olahraga nasional, terutama dalam misi besar: meloloskan tim nasional ke Piala Dunia.

Menurut pengamat sepak bola nasional Kesit B Handoyo, perhatian luar biasa pemerintah terhadap sepak bola nasional adalah hal yang "sangat wajar", mengingat arah pembangunan prestasi tim nasional yang kini jelas dan progresif.

“Ya, wajar saja kalau misalnya kemudian ada perhatian khusus dari pemerintah untuk tim nasional Indonesia yang memang sudah fokus ke Piala Dunia,” ujar Kesit dikutip dari ANTARA.

Dari total Rp420,2 miliar anggaran olahraga yang dikucurkan pemerintah untuk tahun depan, lebih dari 47 persen dialokasikan untuk sepak bola. Angka ini jauh melampaui cabang olahraga populer lainnya seperti bulu tangkis, yang berada di posisi kedua dengan alokasi Rp37,6 miliar.

Kesit menilai bahwa alokasi besar ini tak lepas dari hasil positif yang dicapai skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir.

Timnas U-17 berhasil melaju ke Piala Dunia U-17 2025 melalui jalur kualifikasi, sementara timnas senior juga sedang berjuang keras di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.

“Uji coba dengan tim-tim luar negeri yang lebih kuat, itu bisa juga dijadikan program atau pemusatan latihannya bisa dilakukan di luar negeri,” lanjut Kesit, menekankan pentingnya penggunaan dana untuk peningkatan kualitas, termasuk lewat pengalaman internasional.

Di klasemen sementara kualifikasi zona Asia, timnas senior yang diperkuat oleh pemain-pemain seperti Jay Idzes kini menempati posisi keempat dengan sembilan poin, dan masih memiliki dua laga penting tersisa pada bulan Juni mendatang.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir pada Senin (14/4) mengungkapkan bahwa selain dukungan dari pemerintah, pihaknya juga aktif mencari dukungan dari pihak swasta.

Hasilnya, PSSI berhasil menghimpun dana hingga hampir Rp450 miliar, yang akan digunakan untuk mendukung berbagai program pengembangan tim nasional.

“Ini yang kami juga sampaikan, tentu sejalan dengan prestasinya sendiri, jadi bukan hanya dananya, tapi prestasinya pun juga ada,” kata Erick.

Erick menekankan bahwa dana besar yang diterima bukan hanya hasil dari lobi atau kebijakan semata, tetapi juga berkat capaian konkret dari tim nasional di berbagai kelompok usia, yang berhasil mengangkat kembali kepercayaan publik terhadap masa depan sepak bola Indonesia.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan