Kabar Baik! Varian Omicron Hanya Sebabkan Gelaja Ringan, Ini Deretan Buktinya dari WHO
WHO membeberkan bukti-bukti bahwa varian Omicron hanya menimbulkan gejala ringan. Artinya, tidak seganas Delta ataupun varian sebelumnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membeberkan bukti-bukti yang menyebut varian Omicron hanya menyebabkan gejala ringan.
WHO merilis fakta terkait varian Omicron yang saat ini sedang menjangkiti banyak negara di berbagai belahan dunia.
Menurut WHO, varian Omicron memengaruhi saluran pernapasan bagian atas sehingga tidak menimbulkan gejala parah.
Baca Juga: Kasus Tabrak Lari Nagreg, Jadi Cambuk Anggota TNI Untuk Patuh Hukum
"Kami menemukan lebih banyak studi yang memperlihatkan bahwa Omicron menginfeksi bagian atas tubuh. Berbeda dari yang lain, yang dapat menyebabkan pneumonia parah," kata Manajer Insiden WHO Abdi Mahamud di hadapan wartawan yang berbasis di Jenewa.
Menurut dia, fakta itu bisa menjadi "kabar baik" di tengah masifnya penyebaran varian Omicron di beberapa negara, khususnya kawasan Asia.
Namun, dia menambahkan penularan Omicron yang tinggi menandakan varian tersebut bisa menjadi dominan dalam beberapa pekan di banyak tempat.
Baca Juga: Kasus Tabrak Lari Nagreg, Jadi Cambuk Anggota TNI Untuk Patuh Hukum
Hal itu dapat menjadi ancaman bagi negara-negara yang mayoritas penduduknya tetap tidak bersedia divaksin.
Pernyataannya tentang penurunan risiko penyakit parah mendukung data lain yang mencakup sebuah studi di Afrika Selatan, yang merupakan salah satu negara pertama yang melaporkan kemunculan Omicron.
Akan tetapi, Mahamud juga memberikan satu peringatan, seraya menyebut Afrika Selatan "situasi yang berbeda" lantaran mempunyai populasi muda di antara faktor lainnya.
Disinggung soal apakah perlu vaksin khusus Omicron, Mahamud mengatakan terlalu dini untuk mengatakannya.
Baca Juga: Ternyata Bukan Pejabat, Ini Deretan Pelanggan Artis Sinetron Ikatan Cinta Cassandra Angelie
Hanya saja, dia menekankan bahwa keputusan tersebut membutuhkan koordinasi global dan jangan dilimpahkan ke sektor komersial untuk memutuskannya sendiri.
Editor : inilahkoran


