Ekonomi Maju Kemiskinan Berlalu
AKTIVITAS ekonomi warga menjadi denyut pertumbuhan Jawa Barat. Di balik angka statistik, ada geliat usaha dan peluang kerja yang terus tumbuh.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Yuliantono
Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika aktivitas ekonomi di sejumlah sudut Jawa Barat mulai bergerak. Kendaraan pengangkut barang melintas, pekerja menuju tempat usaha, sementara pasar dan pusat perdagangan kembali dipenuhi aktivitas warga.
Pergerakan itu menjadi bagian dari denyut ekonomi Jawa Barat yang terus menunjukkan ketahanan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia ini mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,73 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen.
Pertumbuhan ekonomi tersebut tidak hanya tercermin dari angka statistik, tetapi juga terlihat dari aktivitas masyarakat yang terus berjalan. Industri tetap berproduksi, konsumsi rumah tangga bertahan, dan belanja pemerintah ikut menjadi penggerak roda ekonomi.
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Barat. Sektor tersebut memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan andil positif sebesar 1,96 persen.
Sementara itu, pengeluaran rumah tangga tetap menjadi penopang utama dari sisi konsumsi dengan kontribusi pertumbuhan sebesar 3,03 persen. Kondisi tersebut menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga.
“Penurunan persentase penduduk miskin didorong oleh berbagai faktor, salah satunya kesempatan kerja semakin meluas. Serapan tenaga kerja yang bertambah 205.000 orang dari Februari 2026 ke Mei 2026 berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga sehingga daya beli stabil,” ujar Margaretha.
Pertumbuhan ekonomi itu berjalan beriringan dengan perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat. BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Jawa Barat pada Maret 2026 turun menjadi 3,44 juta orang.
Angka tersebut berkurang 218,27 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Jika dibandingkan September 2025, jumlah penduduk miskin juga menyusut sebanyak 114,23 ribu orang.
Tingkat kemiskinan Jawa Barat kini berada di angka 6,54 persen. Angka tersebut turun 0,24 poin persentase dibandingkan September 2025 dan turun 0,49 poin persentase dibandingkan Maret 2025. (gin)
Editor : Inilahkoran


