Eks Wakapolri Sakit Hati Imbas Pernyataan Ahmad Sahroni yang Sebut Masyarakat Tolol
Mantan Wakapolri tersebut mengaku ikut sakit hati setelah mendengar pernyataan yang dilontarkan Ahmad Sahroni itu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Purnawirawan Polri, Komjen Pol (Purn) Oegroseno sentil Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni imbas pernyataan yang menyebut masyarakat tolol bagi yang ingin membubarkan DPR.
Menanggapi pernyataan yang viral tersebut, eks Wakapolri tersebut mengunggah pernyataan di akun Instagramnya.
Dalam unggahan tersebut, Oegroseno mengaku ikut sakit hati setelah mendengar pernyataan yang dilontarkan Ahmad Sahroni itu.
"Saya sebagai Purnawirawan Polri merasa sakit hati dengan pernyataan Ahmad Sahroni Komisi III DPR RI yang mengatakan masyarakat tolol, kata Oegroseno.
"Karena saya juga bagian masyarakat Indonsia," imbuhnya.
Menurutnya, kata-kata tersebut tidak pantas keluar dari seorang pejabat yang dipilih oleh rakyat.
"Tidak sepantasnya orang yang dipilih oleh rakyat, memberikan pernyataan seperti ini," tulisnya dalam keterangan unggahan tersebut.
Seperti diketahui, belakangan ini pernyataan Ahmad Sahroni menjadi perbincangan di media sosial usai menyebut masyarakat yang ingin membubarkan DPR dengan sebutan 'tolol'.
Dalam pernyataannya, Ahmad Sahroni menanggapi terkait adanya isu pembubaran DPR RI.
"Bubarin DPR, nih kadang-kadang masyarakat boleh komplen, boleh caci maki gapapa kita terima, tapi ada adat istiadat yang mesti disampaikan," ujar Ahmad Sahroni.
Menurut Ahmad Sahroni, pemerintahan belum tentu bisa berjalan seperti sekarang jika DPR dibubarkan.
"Apakah dengan membubarkan DPR bisa meyakinkan masyarakat bisa menjalani proses pemerintahan yang sekarang ini? belum tentu, maka jangan menyampaikan hal-hal seenaknya 'bubarin DPR' jangan," katanya.
Ahmad Sahroni mengatakan wakil rakyat juga punya empati meski dikritik dengan kata-kata kasar.
"Memang yang ngomong itu rata-rata orang yang ga pernah jadi DPR, kita boleh dikritik, mau dibilangin mampus gapapa, tapi kita selaku wakil rakyat juga punya empati," jelasnya.
"Silakan kritik mau ngapain aja boleh taoi jangan mencaci maki berlebihan karena merusak mental manusia, mental manusia yang seperti itu adalah mental manusia tertolol sedunia. Orang yang cuma mental bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia," tuturnya.
"Kita ini orang pinter semua, ada tata cara kelola bagaimana menyampaikan kritik yang harus dievaluasi oleh kita," pungkas Ahmad Sahroni.
Editor : Ardi

