Lima Anggota DPR Nonaktif Jalani Sidang Etik Serentak, Ada Uya Kuya hingga Ahmad Sahroni

Uya Kuya hingga Ahmad Sahroni jalani sidang etik serentak.

Lima Anggota DPR Nonaktif Jalani Sidang Etik Serentak, Ada Uya Kuya hingga Ahmad Sahroni
sidang etik lima anggota dpr nonaktif

INILAHKORAN - Suasana kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, mendadak riuh pada Rabu (5/11/2025) pagi. 

Lima anggota DPR RI yang sebelumnya dinonaktifkan akhirnya muncul bersama dalam sidang putusan etik yang digelar oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). 

Kehadiran mereka sontak menjadi perhatian publik dan awak media yang memadati area Gedung Nusantara II.

Kelima anggota DPR tersebut adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Indria Urbach dari Partai NasDem, Surya Utama alias Uya Kuya dan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dari Partai Amanat Nasional (PAN), serta Adies Kadir dari Partai Golkar.

Sahroni tampil elegan dengan jas hitam dan dasi bermotif ungu-biru tua, menyapa majelis MKD dengan senyum santai. Saat ditanya kabar oleh pimpinan sidang, ia menjawab singkat, “Sehat, Yang Mulia,” yang memancing senyum para peserta sidang.

Di barisan peserta sidang, Uya Kuya, Eko Patrio, dan Nafa Urbach tampak duduk berdampingan menyimak pembacaan hasil sidang sebelumnya oleh Wakil Ketua MKD DPR, Tubagus Hasanuddin. Tak lama kemudian, Adies Kadir datang menyusul dan langsung bergabung bersama rekan-rekannya.

Sidang ini merupakan kelanjutan dari kasus etik yang menjerat kelima anggota dewan tersebut, yang sebelumnya dinonaktifkan karena dinilai menimbulkan kegaduhan publik dan aksi unjuk rasa besar pada akhir Agustus 2025.

Sebelumnya, MKD sempat membuka sidang lebih awal, namun ditunda lantaran para teradu tidak hadir. Sidang perdana pada Senin (3/11/2025) pun hanya menghadirkan saksi dan ahli tanpa kehadiran kelima anggota dewan yang dilaporkan.

Ketua MKD DPR Nazaruddin Dek Gam mengungkap bahwa laporan terhadap para anggota tersebut masuk pada 4, 9, dan 30 September 2025, dengan dugaan pelanggaran kode etik yang berbeda-beda.

Adies Kadir dilaporkan atas pernyataan soal tunjangan DPR yang dinilai menyesatkan publik.

Nafa Urbach dianggap hedon dan tidak peka, setelah menyebut kenaikan gaji dan tunjangan sebagai hal wajar.

Uya Kuya dan Eko Patrio dilaporkan karena berjoget di Sidang Tahunan DPR 2025, yang dianggap mencoreng martabat lembaga legislatif.

Sementara Ahmad Sahroni dilaporkan karena ucapannya di depan publik yang dinilai tidak pantas.

“Setiap laporan ini sedang kami telaah secara mendalam. MKD berkomitmen menjaga kehormatan lembaga legislatif,” tegas Nazaruddin.

sidang etik yang mempertemukan lima figur populer ini diprediksi akan menjadi salah satu putusan paling disorot publik di penghujung 2025, mengingat sebagian dari mereka juga dikenal luas sebagai figur publik dan selebritas di luar dunia politik.


Editor : Firda Rachmawati