Eksotika Curug Ngebul, Mutiara Tersembunyi di Desa Sindangjaya

Eksotika tersembunyi di Kabupaten Bandung Barat salah satunya Curug Ngebul di Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu yang cocok untuk wisata

Eksotika Curug Ngebul, Mutiara Tersembunyi di Desa Sindangjaya
Curug Ngebul Kabupaten Bandung Barat

INILAHKORA,Ngamprah,- Bagi anda pecinta wisata, tak lengkap rasanya jika anda tak berkunjung ke salah satu destinasi wisata alam yang berlokasi di Kampung Cisitu, Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.

Sebuah destinasi air terjun atau curug yang masih asri dengan suguhan keindahan alam yang sudah jarang ditemui.

Dikenal dengan sebutan Curug Ngebul, wisata alam yang satu ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter, dengan lebar kurang lebih 5 meter. Karena ketinggian curug inilah, ketika debit air sedang tinggi, air yang jatuh akan menimbulkan butiran-butiran embun yang berkumpul menyerupai asap. Sehingga curug ini dinamakan Curug Ngebul.

Air dari Curug Ngebul ini berasal dari salah satu curug yang fenomenal di Bandung Barat, yaitu Curug Malela. Pasalnya, Curug ini berada di bagian hilir dari Curug Malela, yang aliran airnya berasal dari aliran sungai Cidadap.

Baca Juga: Jaga Kesediaan Stok Darah, Siswa Sespimmen Angkatan 61 Donorkan Darah di PMI Kota Bandung

Inisiator sekaligus pengelola Curug Ngebul, Asep Saiful Muqodas mengatakan, selain Curug Ngebul ada satu lagi lokasi wisata yang rekomended untuk berkemah, yakni Datar Malela.

Menurutnya, kedua obyek wisata ini memiliki potensi wisata yang sangat besar. Pasalnya, terbilang masih alami lantaran belum terjamah oleh banyak wisatawan sehingga lingkungan alamnya masih asri dan rimbun.

"Curug Ngebul yang memiliki ketinggian air terjun sekitar 30 meter ini, airnya sangat jernih. Sedangkan, Datar Malela yang merupakan dataran luas ini sangat cocok untuk dijadikan lokasi perkemahan, dan rekreasi bertemakan alam," tuturnya.

Ia menjelaskan, kebanyakan jumlah wisatawan yang berkunjung belum terlalu banyak karena mungkin faktor akses jalan. Dalam setahun masih sekitar ratusan wisatawan saja.

Baca Juga: Museum Mugaba Banuraja, Wisata Edukasi di Atas Kapal TNI AL yang Instagramable

"Kebanyakan juga wisatawan berasal dari wilayah Bandung dan sekitarnya," jelasnya.

Ia menilai, untuk mengembangkan potensi wisata desa ini tidak bisa dilakukan oleh seorang diri, dirinya juga dibantu oleh elemen masyarakat desa mulai dari tokoh masyarakat, Karang Taruna hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa.

Tak hanya itu, tambah dia, waktu yang diperlukan untuk mengembangkannya pun relatif tidak singkat. Mengingat, akses jalan menuju kedua obyek wisata ini terbilang jelek. Hingga akhirnya, pemerintah desa dengan warga mulai bergotong royong melakukan perbaikan jalan dengan sumber daya seadanya.

"Murni warga masyarakat desa Sindang Jaya yang dari awal pembukaan jalan hingga ke Datar Malela dan Curug Ngebul," bebernya.

Baca Juga: Kader Demokrat Ragukan Intelektualitas Ketum PBB, Wasekjen: SBY Baca Pidato yang Didraf Yusril

Ia mengaku, pihaknya telah mendorong kedua obyek wisata tersebut agar menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di KBB dengan memanfaatkan berbagai media promosi, mulai dari media massa hingga media sosial semisal Instagram, YouTube dan sejenisnya.

Kendati demikian, lantaran adanya pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia pada awal tahun 2020 hingga saat ini, dirinya terpaksa untuk sementara waktu menutup kedua tempat wisata tersebut. Ditambah lagi dengan adanya pembatasan kegiatan masyarakat yang bertujuan menekan penularan COVID-19.

"Jadi pemerintah desa vakum sementara soal pengembangan obyek wisata Curug Ngebul dan Datar Malela karena adanya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Kalau pun ini dilanjutin juga tidak ada pengunjung," tukasnya. (agus satia negara) ***


Editor : inilahkoran