Museum Mugaba Banuraja, Wisata Edukasi di Atas Kapal TNI AL yang Instagramable
Kabupaten Bandung Barat ternyata tak hanya menyimpan pesona wisata alam dan kuliner, juga wisata edukasi Museum Mugaba Banuraja
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Menikmati waktu akhir pekan, tak lengkap rasanya jika anda bersama keluarga tak menghabiskan waktu untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata menarik.
Tak hanya wisata alam, ternyata Bandung Barat juga memiliki sebuah destinasi wisata edukasi yang layak untuk dikunjungi.
Selain tempatnya yang nyaman, destinasi wisata edukasi yang satu ini juga memiliki spot foto yang instagramable, terlebih bagi anda yang menyukai hobi fotografi dan videografi.
Dikenal dengan sebutan Museum Galeri Bahari (Mugaba) Banuraja, bangunan museum yang dibangun Laksamana TNI Ade Supandi memiliki keunikan tersendiri. Pasalnya, bangunan dan interiornya menyerupai sebuah Kapal TNI Angkatan Laut lengkap dengan berbagai ornamen di dalamnya.
Baca Juga: Kader Demokrat Ragukan Intelektualitas Ketum PBB, Wasekjen: SBY Baca Pidato yang Didraf Yusril
Museum Galeri Bahari (Mugaba) Banuraja yang berdiri gagah di pinggir kali Citarum, Desa Pangauban, Batujajar Kabupaten Bandung Barat merupakan buah karya monumental persembahan Laksamana TNI Ade Supandi sebagai wujud kecintaannya kepada tanah air dan generasi penerus.
Melalui museum berciri khas maritim ini Laksamana Ade Supandi ingin berbagi tentang pentingnya generasi penerus untuk belajar dari jejak sejarah kehidupan agar tidak kehilangan jati diri sebagai sebuah bangsa sehingga dapat lebih siap meniti masa depan.
Laksamana Ade Supandi bukan tanpa alasan membangun Mugaba Banuraja di tanah kelahiran dan leluhurnya. Hal ini dilakukan lantaran sebagai putra daerah yang berkeinginan untuk mengangkat harkat derajat daerahnya (Pangauban) dengan menjadikannya sebagai sebuah destinasi edukasi dan pariwisata yang dapat memberikan nilai manfaat bagi kebangkitan nilai ekonomi kreatif berbasis rakyat dan UKM-UMKM dengan segala ciri khasnya, serta untuk mendorong tumbuhnya kembali kesenian dan budaya lokal.
Baca Juga: Ini Catatan sang Legendaris Sutiono Lamso untuk Persib
Pengelola Mugaba Banuraja, Deden Permana mengatakan, Museum Mugaba ini mulai berdiri dan diresmikan untuk anak sekolah, mahasiswa dan masyarakat umum pada 1 September 2018.
"Alasan berdirinya museum ini karena beliau (Laksamana Ade Supandi) ingin sekali mendedikasikan pengabdiannya selama menjadi TNI AL, khususnya untuk masyarakat Batujajar dan umumnya untuk masyarakat Jawa Barat agar mengetahui dan termotivasi untuk cinta akan kemaritiman atau kebaharian," katanya, Minggu 3 Oktober 2021.
Menurutnya, hal yang paling menarik di museum ini adalah kisah di mana Laksmana Ade Supandi saat awal mula menjadi seorang tentara, termasuk dengan sejarah kemaritiman yang ada di Indonesia.
"Keunikan di museum ini selain sejarahnya, ada juga diorama dan replika kapal-kapal kuno, seperti kapal perang, termasuk ada simolator kapal perang yang ada di lantai 3," tuturnya.
Baca Juga: Didukung 45 Voters, Rahmat Hidayat Djati Resmi Jadi Calon Ketum Asprov PSSI Jabar
Ia menjelaskan, setia bingkai yang terpajang di dalam museum tersebut bercerita tentang dari awal Laksamana Ade Supandi lahir, menempuh pendidikan, hingga beliau menjabat KSAL.
"Di lantai 1, ada replika kapal-kapal kuno, kapal perang, replika-replika alutsista yang dimiliki TNI AL," jelasnya.
Sementara itu, sambung dia, di lantai 2 terdapat ruang perpustakaan bagi yang punya hobi baca dan Cafe Navy bagi para pengunjung yang ingin menikmati beragam sajian kuliner di atas sebuah bangunan kapal.
" Di lantai 3, ada anjungan kapal yang di dalamnya terdapat simulator kapal perang," bebernya.
Ia menyebut, Museum Mugaba mulai dibuka dari jam 08.00-15. 00 WIB, sementara ada jeda waktu untuk istirahat, yakni pada jam 12.00-13.00 WIB.
"Untuk total luas bangunan museum ini sekitar 15 meter dengan panjang mencapai 45 meter," sebutnya.
Ia mengaku, dengan adanya pandemi COVID-19 ini sangat terdampak terhadap jumlah pengunjung yang datang. Namun, pihaknya tetap mengikuti anjuran dan aturan dari pemerintah.
"Dampaknya sangat jelas, pengunjung berkurang drastis, namun kita tetap terapkan prokes selama penerapan PPKM berlangsung," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelum adanya pandemi, jumlah pengunjung per harinya bisa mencapai 50-100 orang. Sementara, di akhir pekan bisa mencapai 150-300 orang.
"Sesudah pandemi hanya sekitar 20-30 orang, sementara weekend hanya 50-150 orang," jelasnya.
Baca Juga: Ade Yasin: Tak Perlu Artis, Ulama Jadi Influencer Agar Masyarakat Mau Divaksinasi Covid-19
Disinggung soal campur tangan pemerintah, ia mengaku, sejauh ini pemerintah dalam hal ini Pemda Bandung Barat belum sepenuhnya berkontribusi untuk pengembangan museum ini.
"Belum ada realisasi, baru sampai mengetahui keberadaannya. Itu pun pada saat berdiri dan diresmikan dengan dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat," ujarnya.
Ia berharap, perhatian dari pemerintah khususnya untuk akses jalan menuju Museum Mugaba bisa direalisasikan karena akses jalannya masih belum bagus.
"Mudah-mudahan Museum Mugaba ke depan bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, serta menumbuhkan rasa kecintaan masyarakat terharap kemaritiman dan kebaharian," tandasnya.***(agus satia negara).
Editor : inilahkoran


