Elche 2-3 Real Madrid: Senjata Rahasia
CARLOS Esp jadi juru selamat Real Madrid setelah mengunci kemenangan dramatis 3-2 di kandang Elche.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Ketika peluit babak pertama dibunyikan, atmosfer Estadio Manuel Martinez Valero, Rabu (16/9) dini hari WIB, tampak lesu.
Skenario terburuk pendukung Elche terjadi dalam rentang delapan menit.
Gol bunuh diri kiper Matías Dituro akibat tendangan bebas tajam Arda Güler, disusul sontekan dingin sang megabintang Kylian Mbappé pada menit ke-33, seolah-olah telah membunuh pertandingan lebih cepat.
Skor 2-0 untuk keunggulan Madrid. Di bangku cadangan tim tamu, sang manajer tampak tenang, sementara para pemain Los Blancos berjalan ke lorong ganti dengan kepala tegak, seakan tiga poin sudah aman di dalam saku mereka.
Namun, jeda 15 menit mengubah segalanya. Di ruang ganti Elche, ada harga diri yang dibakar kembali. Mereka sadar bahwa kalah dari tim bertabur bintang adalah hal biasa, namun menyerah tanpa perlawanan di depan publik sendiri adalah sebuah dosa besar.
Babak kedua memperlihatkan keajaiban kolektif. Ketika stamina mulai terkuras, Elche justru bertransformasi menjadi tim yang haus darah. Penonton yang tadinya terdiam mulai bergemuruh saat Abiel Osorio melompat tinggi menyambut umpan silang Lucas Cepeda di menit ke-71. Sundulannya mengoyak jala Thibaut Courtois. Papan skor berubah menjadi 1-2, dan asa itu lahir kembali.
Gelombang energi itu memuncak pada menit ke- 83. Pemain pengganti Fer Nino melepaskan tendangan menyusur tanah yang menaklukkan pertahanan Madrid. Ketika bola menggetarkan jaring gawang, Martinez Valero meledak dalam euforia yang magis.
Skor imbang 2-2.
Para pendukung Elche berpelukan, beberapa menit lagi mereka akan merayakan salah satu poin paling bersejarah musim ini dari sang juara bertahan.
Di pinggir lapangan, kepanikan mulai menjalar di kubu Madrid. Keunggulan dua gol yang nyaman menguap begitu saja. Pada menit ke-85, manajer Madrid mengambil keputusan krusial dengan memasukkan seorang pemuda berusia 21 tahun yang baru didatangkan dari Levante: Carlos Espi.
Espi masuk bukan dengan beban nama besar seperti Mbappé atau Vinícius Júnior.
Ia masuk dengan rasa lapar seorang anak muda yang ingin membuktikan bahwa dirinya layak mengenakan seragam putih yang ikonik itu.
Memasuki masa injury time (90+1’), ketika semua orang mengira laga akan berakhir imbang, momen magis itu tiba.
Mbappé, dengan sisa-sisa energinya, menusuk dari sisi lapangan dan melepaskan umpan matang ke dalam kotak penalti. Di sana, Espí berada di posisi yang tepat.
Dengan satu sontekan terarah, ia melesakkan bola ke sudut gawang.
Skor berubah menjadi 3-2 untuk kemenangan Real Madrid. Espí berlari ke sudut lapangan, tenggelam dalam pelukan hangat rekan-rekan setimnya, termasuk Mbappé yang mengangkatnya tinggitinggi.
Kritik Mourinho Usai laga, Pelatih Real Madrid Jose Mourinho tak ragu mengkritisi performa para pemainnya terutama setelah unggul 2-0.
Menurut The Special One-julukannya- para penggawa Madrid dihukum atas kesalahan sikap mereka sendiri.
“Masalahnya tampak jelas buat saya. Lebih sulit untuk mencari tahu sebabnya, tapi mudah untuk memahami bahwa ada pertandinganpertandingan yang tampak sudah berakhir dan pada akhirnya, itu belum selesai,” ungkap pelatih kawakan itu.
Mourinho juga menyayangkan beberapa peluang emas yang gagal berbuah gol tambahan ketika sudah unggul dua gol.
“Petandinganpertandingan ketika kami punya tiga, empat, lima peluang untuk mengunci pertandingan dan kami tak melakukannya. Setelah tak melakukannya, tampaknya situasi beranjak dari ringan, karena keadaannya mudah, menjadi tak mengontrol,” keluhnya.
Mourinho mengakui dirinya harus membenahi sisi mentalitas para penggawa Los Merengues agar tak kembali mendapat ‘hukuman’ di lagalaga selanjutnya.
“Sepertinya kami memasuki sebuah dinamika semacam ‘Oke, kami tak mencetak gol, kami tak menyelesaikan laga dengan skor 3-0 atau 4-0, tapi sudah selesai kok.’ Tampaknya ketika semuanya terasa mudah dan Anda membiarkan keadaan berjalan begitu saja,” imbuhnya. (bsf )
DATA FAKTA | Waktu: Rabu (16/9) ; Kick Off Pukul 02.30 WIB | Tempat: Estadio Manuel Martinez Valero | Wasit: J Manzano | Man of the Match: Kylian Mbappe Pencetak Gol: Elche (Osorio 71’, Nino 83’) ; Madrid (Dituro 25’og, Mbappe 33’, Espi 90+1’) | Kartu Kuning: Elche (Capeda, Josan, Villar) ; Madrid (Diomande, Konate) | Kartu Merah: -
Editor : Inilahkoran

