Elektabilitas Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Tembus 70 Persen di 7 Kabupaten/Kota, Hasil Survei LSI Denny JA
Elektabilitas pasangan calon nomor urut 4 Pilgub Jawa Barat, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan menembus 70 persen di tujuh kabupaten/kota, dari hasil survei yang dilakukan LSI Denny JA per September 2024 ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Elektabilitas pasangan calon nomor urut 4 Pilgub Jawa Barat, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan menembus 70 persen di tujuh kabupaten/kota, dari hasil Survei yang dilakukan LSI Denny JA per September 2024 ini.
Direktur Eksekutif LSI Denny JA Toto Izul Fatah menyebut, catatan tersebut diakuinya fenomenal meski sejatinya prosesnya baru setengah jalan, karena pihaknya tidak menyangka, dari 440 responden yang terbagi dari tujuh kabupaten/kota, yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Subang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut dan lainnya, mayoritas memilih pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan.
Dimana margin of error sebesar 4,8 persen, dengan metode multistage random sampling tatap muka langsung kepada responden.
"Hasilnya saya kira sudah cukup menggambarkan potret potensi kemenangan pasangan nomor urut 4. Yang menarik temuan data, saya cukup kaget juga. Di basis yang tanda petik hijau, bahkan merah pun, Dedi Mulyadi sudah mengungguli jauh di angka yang kita sebut fenomenal, karena keunggulannya rata-rata 70 persen keatas," ujar Toto di Kota Bandung, Senin 30 September 2024.
Toto melanjutkan, hanya tsunami politik yang dapat menggagalkan kemenangan pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, bila melihat hasil Survei tersebut.
"Ini angka yang relatif cukup aman buat kandidat untuk menang, kecuali ada tsunami politik yang dahsyat dan saya melihat belum ada tanda-tanda ke arah sana," ucapnya.
Para kandidat lain kata dia, seperti Akhmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie, Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja dan Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwinatarina harus bekerja ekstra keras, untuk mengubah hasil tersebut bila ingin memenangkan Pilgub Jabar.
Walaupun menurutnya cukup berat, karena dengan selisih di atas 40 persen dalam waktu 1,5 bulan untuk meyakinkan masyarakat, terbilang sulit dalam membalikkan keadaan.
"(Jarak) relatif lumayan. Pak Akhmad Syaikhu elektabilitas sekitar 15 persen di satu wilayah tertentu, selebihnya di bawah 10 persen. Jeje-Ronal dan Acep-Gita rata-rata di bawah 5 persen," ungkapnya.
Toto melanjutkan, Survei ini dilakukan dalam dua tahap, ada yang dimulai sejak awal September dan ada juga di medio September, 16-21 September 2024. Setelah para pasangan calon mendaftar ke KPU Jabar.***
Editor : JakaPermana

