Emil Optimistis Iklim Investasi Jabar Berjalan Baik
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil optimis iklim investasi di Jabar berjalan baik kendati isu virus Corona terus mencuat. Saat ini pengaruh Corona terhadap invetasi di Jabar sedang dihitung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil optimis iklim investasi di Jabar berjalan baik kendati isu virus Corona terus mencuat. Saat ini pengaruh Corona terhadap invetasi di Jabar sedang dihitung.
Ridwan Kamil mengaku, saat ini di Jabar terdapat beberapa barang impor datang dari China yang notabene negara pertama sumber virus.
"Sedang dihitung apakah ada (pengaruh negatif untuk investasi). Tapi, kalau dampak wisatawan sepertinya tidak terlalu signifikan karena kebanyakan wisatawan datang ke Jabar itu dari negara timur tengah ketimbang yang dari Tiongkok,” ujar Ridwan Kamil, Rabu (12/2/2020).
Kendati demikian, dia tak menampik saat ini aktivitas menerima kunjungan atau acara yang melibatkan investor dari negara lain sedikit melambat. Salah satunya, Taiwan Expo yang dijadwalkan bulan Februari ditunda hingga November.
"Bukan hilang, semua hanya menjadi selow aja. Jadi bisnis meeting berkurang. Jadi ada delay, bukan pemberhentian," ucap dia.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jawa Barat, realisasi investasi di Jawa Barat tercatat sebesar Rp 137,5 triliun mengungguli DKI Jakarta sebesar Rp 123,9 triliun. Di Jawa Tengah tercatat sebesar Rp 59,5 triliun, Jawa Timur Rp 58,5 triliun dan Banten Rp 48,7 triliun.
Hal tersebut menunjukan investasi 2019 untuk wilayah Jawa Barat cukup impresif.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dadang Masoem mengatakan data tersebut menjadi indikator iklim usaha di Jawa Barat sangat kondusif. Adapun yang menjadi penentu lainnya yaitu kemudahan perizinan meski belum menggunakan secara maksimal sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (PBTSE) atau lebih dikenal dengan sistem Online Single Submission (OSS).
Sistem yang digunakan sejauh ini adalah sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu untuk Publik (Simpatik) tetap membuat proses perizinan tidak terganggu. Adapun kunjungan Gubernur Jawa Barat ke sejumlah negara terkait penawaran investasi sepanjang tahun 2018 hingga 2019 ia sebut akan berpengaruh signifikan pada tahun ini.
Arab Saudi menjadi negara yang diincar dalam mendongkrak realisasi investasi di Jawa Barat.
“Dampaknya baru akan terlihat pada tahun 2020 ini, karena beberapa sudah MoU,” katanya. (Riantonurdiansyah)
Editor : Bsafaat

