Empat Fondasi Jadi Arah Pendidikan Bermutu
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Perubahan pendidikan tidak cukup dimulai dari ruang kelas yang lebih bagus.Di dalamnya ada guru yang terus belajar, karakter yang dibentuk, teknologi yang dimanfaatkan, hingga aturan yang memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut pemerintah menyiapkan empat fondasi untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan. Keempatnya mencakup infrastruktur fisik, pedagogis, budaya, dan regulasi.
Infrastruktur fisik diwujudkan melalui revitalisasi dan digitalisasi. Infrastruktur pedagogis diarahkan pada peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. Sementara infrastruktur budaya diperkuat melalui pendidikan karakter, serta infrastruktur regulasi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan yang bermutu.
Pembenahan sarana belajar menjadi salah satu perhatian utama. Pemerintah menargetkan perbaikan secara bertahap bagi sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Sepanjang 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. Jumlah itu ditargetkan meningkat pada 2026 menjadi 71.744 satuan pendidikan melalui dukungan tambahan anggaran dan APBN.
Revitalisasi dilakukan dengan mekanisme swakelola. Menurut Abdul Mu’ti, mekanisme tersebut membuat pelaksanaan lebih mudah dan efisien karena dikelola langsung oleh satuan pendidikan. Kebutuhan setiap sekolah pun dapat menjadi pertimbangan dalam proses pembangunan.
Mekanisme itu juga melibatkan masyarakat sekitar. Selain membantu pembangunan sekolah, keterlibatan warga diharapkan ikut menggerakkan perekonomian di sekitar satuan pendidikan.
Pada 2026, prioritas diberikan kepada sekolah yang terdampak bencana, berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T, serta satuan pendidikan dengan kerusakan berat.
Abdul Mu’ti meminta seluruh pihak ikut mengawal program tersebut agar pelaksanaannya tepat sasaran. “Saya ingin mengajak semua kita untuk mendukung program ini. Jangan ada yang mengganggu program ini untuk kepentingan pribadi,” ujar Abdul Mu’ti, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (29/9).
Fondasi pendidikan tidak berhenti pada bangunan. Pemerintah juga mendorong perubahan cara belajar melalui Program Digitalisasi Pembelajaran.
Interactive Flat Panel atau IFP menjadi salah satu perangkat yang disiapkan untuk membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna. Perangkat tersebut disertai pelatihan guru, bantuan laptop, serta materi pembelajaran dalam media penyimpanan. (gin)
Editor : Inilahkoran

