Enggan Distribusi STB Salah Sasaran, Menkominfo Gandeng Kemendagri Selaraskan Data Masyarakat Miskin

Menkominfo Johnny G Plate gandeng Kemendagri selaraskan data masyarakat miskin penerima STB Gratis untuk TV Digital.

Enggan Distribusi STB Salah Sasaran, Menkominfo Gandeng Kemendagri Selaraskan Data Masyarakat Miskin
Menkominfo Johnny G Plate gandeng Kemendagri selaraskan data masyarakat miskin penerima STB Gratis untuk TV Digital.


INILAHKORAN, Jakarta- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus berupaya mempercepat distribusi Set Top Box (STB) gratis kepada masyarakat miskin.

Hanya saja di sisi lain, Menkominfo Johnny G Plate enggan distribusi salah sasaran.
Johnny G Plate terus berupaya mencari cara agar distribusi STB gratis benar-benar diperuntukkan masyarakat miskin.

Salah satu upaya mendapatkan akurasi data yang akurat terkait masyarakat miskin calon penerima STB, Johhny G Plate akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca Juga: Hore! WINNER Bakal Comeback Menghibur Fansnya, Dikonfirmasi Langsung YG Entertaintment

Kominfo dan Kemendagri, lanjut Johnny, nantinya bakal bersama-sama menyelaraskan data masyarakat miskin yang masuk kategori calon penerima STB gratis.

"Penyeragaman data pemberian bantuan Set-Top-Box kepada keluarga miskin dibutuhkan dalam rangka untuk menghasilkan fakta berbasis lapangan. Kegiatan yang berbasis Kependudukan Catatan Sipil, komunikasinya dengan para kepala daerah dalam rangka bagaimana memanfaatkan pengalaman serupa dengan sumber arus data yang sama,” ujar Johnny dalam siaran pers Kominfo, beberapa waktu lalu.

Johhny berharap kerja sama antara Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kominfo, Kementerian Dalam Negeri, dan kepala daerah dapat segera dilakukan.

Baca Juga: Koalisi Rakyat Budaya dan Lingkungan Tolak Pembangunan Jalan Tol Soreang Ciwidey Pangalengan

Johnny menekankan, kategori keluarga miskin tidak berdasarkan interpretasi masing-masing individu, namun mengacu pada amanat undang-undang sesuai langkah yang telah dilakukan oleh kementerian terkait lain.

Adapun data yang dibutuhkan dalam program bantuan STB, selain data masyarakat miskin, lanjut Johnny, adalah hasil identifikasi jumlah siaran televisi swasta dan perangkat televisi yang dimiliki masyarakat.

Menurut Johnny, pemasangan STB untuk keluarga miskin juga perlu dipertimbangkan atas dasar ketersediaan televisi.

Dia mengatakan, bisa jadi ada keluarga yang sudah memiliki perangkat televisi digital sehingga tidak diperlukan STB lagi.

Baca Juga: Disebut Jalin Hubungan dengan Johnny Depp, Camille Vasquez: Saya Temui Dia Kapan Pun

"Hanya kepada yang belum memiliki. Dan melalui rapat ini saya juga mengajak serta penyelenggara multipleksing (perusahaan-perusahaan televisi) yang akan menyediakannya, sehingga bisa mendengarnya dan berkoordinasi secara langsung karena lebih banyak yang akan membaginya,” imbuhnya.

Johnny juga mengajak Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro mengambil bagian dalam pelaksanaan program bantuan STB untuk keluarga miskin yang mendukung digitalisasi siaran televisi di Indonesia.

"Saya berharap bisa mengambil bagian dari tindak lanjut yang disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama-sama dengan kepala daerah, menggerakkan masyarakat perangkat desa agar kita bisa mendapatkan data yang akurat berapa banyak, sehingga distribusi STB bisa kita lakukan dengan baik,” harapnya.

Baca Juga: Spoiler Love All Play Episode 16: Pelatih Tim Yunis Panik, Park Tae Joon Dilarikan Ke Rumah Sakit?

Seperti diketahui, percepatan distribusi STB Gratis untuk masyarakat miskin jadi faktor terpenting di balik upaya pemerintah untuk program Analog Switch Off (ASO).

ASO sendiri, secara sederhana diartikan sebagai penghentian penuh siaran televisi analog menuju siaran digital di Indonesia.

Johhny mengungkapkan, pemerintah melalui Kominfo menyediakan satu juta unit STB untuk disebar ke berbagai daerah. Selain itu, lanjut dia, Lembaga Penyiaran Swasta akan menyediakan sekitar 4,2 juta STB.

Baca Juga: Imbas 7 Ekor Sapi Terpapar PMK, Jalur Distribusi Hewan Ternak ke Kota Bogor Diperketat

"(Total) ketersediaan 5,2 juta unit ini harus kita pastikan cukup bagi kebutuhan STB untuk televisi-televisi masyarakat miskin yang belum digital,” imbuh Johnny.

Diketahui, program ASO telah mulai dilakukan di tiga wilayah siaran yang mencakup delapan kabupaten beberapa waktu yang lalu.

Berikutnya, ASO 2022 akan dilakukan secara bertahap hingga semua siaran digital dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.***


Editor : inilahkoran