Erick Thohir Resmikan FIFA Arena di Ciputat: Lapangan Mini yang Siap Cetak Generasi Berkarakter dan Atlet Tangguh Indonesia Masa Depan

Ketua Umum PSSI Erick Thohir meresmikan FIFA Arena, sebuah lapangan sepak bola mini yang berlokasi di Ciputat, Banten.

Erick Thohir Resmikan FIFA Arena di Ciputat: Lapangan Mini yang Siap Cetak Generasi Berkarakter dan Atlet Tangguh Indonesia Masa Depan
Erick Thohir Resmikan FIFA Arena di Ciputat: Lapangan Mini yang Siap Cetak Generasi Berkarakter dan Atlet Tangguh Indonesia Masa Depan

INILAHKORAN, Bandung – Ketua Umum PSSI Erick Thohir meresmikan FIFA Arena, sebuah lapangan sepak bola mini yang berlokasi di Ciputat, Banten.

Peresmian ini menjadi bagian dari inisiatif global FIFA dalam membangun 1.000 fasilitas sepak bola di berbagai penjuru dunia, dan Indonesia termasuk dalam 11 negara pertama yang menerima kehormatan ini.

Dalam sambutannya, Erick menegaskan bahwa pembangunan FIFA Arena bukan hanya tentang menyediakan sarana olahraga semata, tetapi juga menjadi simbol penting dalam membentuk karakter generasi muda bangsa melalui sepak bola.

“Sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, tapi menjadi ajang utama dalam membangun karakter kemanusiaan. Ketika ada yang jatuh, bukan diinjak, tapi dibangunkan,” ujar Erick Thohir dikutip dari ANTARA.

Ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada FIFA atas komitmen global mereka dalam pengembangan sepak bola akar rumput (grassroots), serta menyoroti keselarasan proyek ini dengan visi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Erick menyinggung program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah sebagai fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan fisik dan mental atlet muda Indonesia.

Hadir pula dalam acara peresmian tiga pemain muda berbakat dari timnas Indonesia U-17, yaitu Muhammad Zahaby Gholy, Dafa Al Gasemi, dan Fabio Azka, yang turut menjadi saksi momen bersejarah ini.

Ketiganya adalah bagian dari skuad U-17 yang berhasil melaju ke putaran final Piala Dunia U-17 2025, setelah menunjukkan performa impresif di ajang kualifikasi Piala Asia U-17.

Dalam suasana penuh optimisme, Erick menyampaikan harapannya agar pembangunan FIFA Arena menjadi awal dari transformasi menyeluruh dalam ekosistem sepak bola nasional.

Ia menekankan pentingnya pembenahan tidak hanya dari aspek teknis permainan, tetapi juga pada mentalitas dan lingkungan sosial yang sehat serta kompetitif.

“Kalau semua tingginya seperti Dafa, luar biasa. Artinya dengan gizi yang baik, generasi kita bisa lebih kompetitif,” kata Erick, menekankan pentingnya asupan gizi dalam pembentukan fisik atlet.

Erick juga menegaskan bahwa FIFA Arena harus menjadi lebih dari sekadar lapangan—ia harus menjadi tempat pembinaan atlet muda, ruang untuk kompetisi sehat, dan pusat interaksi sosial yang aktif bagi masyarakat sekitar.

“Kita ingin membuktikan bahwa sepak bola Indonesia bisa bangkit. Ini bukan hanya soal teknis, tapi tentang mentalitas dan ekosistem yang mendukung,” pungkas Erick.***


Editor : Zulfirman