Erick Thohir Ungkap Proses Naturalisasi Dua Pemain Baru Timnas Masih Tunggu Dokumen Resmi
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan bahwa proses naturalisasi dua calon pemain baru tim nasional Indonesia masih berada dalam tahap finalisasi dokumen. Hal ini disampaikan Erick dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan bahwa proses Naturalisasi dua calon pemain baru tim nasional Indonesia masih berada dalam tahap finalisasi dokumen. Hal ini disampaikan Erick dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta.
“Kami sedang menunggu surat-surat dari Dua Pemain ini. Naturalisasi harus dilakukan hati-hati. Kami tidak ingin sembarangan karena prototipe yang sudah ada berhasil bergabung karena cinta pada timnas Indonesia, bukan karena alasan komersial,” tegas Erick seperti dikutip dari ANTARA.
Sejak beberapa waktu terakhir, santer terdengar kabar bahwa PSSI tengah memproses Naturalisasi dua nama baru untuk memperkuat skuad Garuda. Namun Erick belum bersedia membocorkan identitas kedua pemain tersebut karena Dokumen Resmi belum rampung.
"Saya belum bisa spill karena suratnya belum masuk, saya tidak bisa komentari semua rumor, kami di PSSI menjaga saja," ujar Erick.
Lebih lanjut, Erick mengungkapkan bahwa respons dari kedua pemain dan keluarga mereka sangat positif. Namun, proses tetap harus menunggu kelengkapan administratif yang akan segera didaftarkan ke pemerintah pada Agustus mendatang.
“Respons dari kedua pemain dan orang tuanya positif, tapi kertasnya belum masuk, jadi kita harapkan prosesnya bersama Mauro (Zijlstra), kita akan register Agustus, mudah-mudahan kita dapat kemudahan, kita akan menghadap ke Presiden minggu depan terkait hal ini,” jelas Erick.
Terkait kritikan terhadap beberapa pemain Naturalisasi yang dianggap bukan bertaraf “Grade A”, Erick memberi penjelasan bahwa semua rekrutmen disesuaikan dengan kondisi dan peringkat FIFA Indonesia saat ini.
"Kenapa kita hire Simon Tahamata, itu kita untuk lihat talent pool di U-17, U-20, U-23, dan senior, ini harus kita jaga dan lihat, kalau perkara Grade A dan B, itu sesuai dengan talent poolnya saja. Hal-hal seperti ini memang pemain dan pelatih yang kita mesti sadar diri, satu pemain memilih sebuah negara karena rangking dan kesempatan bermain,” ucapnya.
Menurutnya, pemain maupun pelatih harus menyadari posisi Indonesia yang saat ini masih berada di peringkat ke-118 dunia.
“Kebetulan, kita masih (peringkat) 118, jadi tim kepelatihan, pemain yang memilih kita, patut kita syukuri jika yang kita dapat sudah naik. kalau mau lebih tinggi, ya rangkingnya kita harus 50 dulu, kita sekarang kan baru 118,” imbuh Erick.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


