Erwan Setiawan Enggan Jumawa, Meski Elektabilitas Capai 70 Persen

Calon Wakil Gubernur pasangan nomor urut 4, Erwan Setiawan enggan jumawa meski elektablitas dirinya dan Calon Gubernur Dedi Mulyadi di Pilgub Jawa Barat 2024 dari hasil survei LSI Denny JA per September 2024 mencapai 70 persen.

Erwan Setiawan Enggan Jumawa, Meski Elektabilitas Capai 70 Persen
Calon Wakil Gubernur pasangan nomor urut 4, Erwan Setiawan enggan jumawa meski elektablitas dirinya dan Calon Gubernur Dedi Mulyadi di Pilgub Jawa Barat 2024 dari hasil survei LSI Denny JA per September 2024 mencapai 70 persen./Yuliantono

INILAHKORAN, Bandung - Calon Wakil Gubernur pasangan nomor urut 4, Erwan Setiawan enggan jumawa meski elektablitas dirinya dan Calon Gubernur Dedi Mulyadi di Pilgub Jawa Barat 2024 dari hasil survei LSI Denny JA per September 2024 mencapai 70 persen.

Erwan mengatakan, hasil survei tersebut hanya sebatas menunjukkan bahwa kinerja mereka selama ini cukup efektif untuk menyosialisasikan program dan visi serta misi kepada masyarakat.

Erwan melanjutkan, dirinya dan Dedi tetap akan sosialisasi door to door, tidak terbuai dari hasil survei tersebut.

"Kampanye kami door to door, datang langsung ke masyarakat. Kami tidak buat jadwal khusus. Kita ini kan sesuai kebutuhan di lapangan. Datang, menyapa masyarakat. Tidak ada trik khusus dalam berkampanye. Alhamdulillah sangat efektif itu kami lakukan, terbukti dengan survei saat ini kami masih unggul cukup jauh dengan kandidat lain," kata Erwan di kediamannya, Mitra Dago, Antapani, Kota Bandung, Senin 30 September 2024.

Dia melanjutkan, pasangan nomor urut 4 tidak akan mengkhususkan satu wilayah dan menganggap semuanya sama, guna mengunci kemenangan secara merata.

Seperti sebelumnya dirinya melakukan sosialisasi ke Depok, Bekasi, Sukabumi, Pangandaran, Banjar, Garut dan Bandung Raya.

"Untuk fokus ke satu daerah tersendiri, kami tidak. Kami perlakukan sama dengan daerah lain. Kami tidak, yang ada harus diwaspadai. Sama saja. Semua daerah kita anggap kita masih lemah. Bagaimana meningkatkan. Tidak kepikiran sudah unggul disini, tidak kita datangi. Itu kita tidak. Semua sama," ucapnya.

Soal dinamika sosial yang dikeluhkan masyarakat kala melakukan kampanye, Erwan menyebut rerata mengeluhkan masalah infrastruktur, pendidikan, UMKM dan pengangguran.

"In syaa Allah kami dengan Kang Dedi sudah siapkan ke depan bagaimana menyelesaikan permasalahan yang dikeluhkan oleh masyarakat di Jawa Barat," ungkapnya.

Demikian pula soal aksesibilitas, yang diakuinya juga turut menjadi masalah di tengah masyarakat.

"Infrastruktur kami sudah siapkan infrastruktur yang terintegrasi, jalan nasional, provinsi, provinsi ke kota/kabupaten, ke sentra ekonomi juga desa yang ada di Jawa Barat. Sentra ekonomi bisa ke tempat pertanian, UMKM dan juga ke tempat wisata di Jabar bisa terintegrasi dengan baik," terangnya.

Sementara di kawasan perkotaan, kemacetan menjadi sorotan. Seperti di Depok, Bekasi dan Kota Bandung. Hal inu kata dia, akan menjadi fokus untuk diselesaikan.

"Sesuai tagline kami, Kampung Diurus, Kota Ditata. Penataan kota banyak di permasalahan kemacetan dan sampah," tandasnya. ***


Editor : JakaPermana