Erwin Ajak Warga Kota Bandung Hidupkan Lagi Semangat Gotong Royong
Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengajak, seluruh warga kembali menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya nilai tersebut, untuk diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari budaya bangsa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengajak, seluruh warga kembali menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya nilai tersebut, untuk diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari budaya bangsa.
"Gotong royong bukan hanya soal kerja fisik, tapi juga soal saling menghargai, mengasihi, dan membimbing,"kata Erwin saat menjadi pembina apel Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXII Tahun 2025 di Komplek Sawargi, Kelurahan Cigondewah Rahayu, Kecamatan Bandung Kulon, Jumat 15 Agustus 2025.
Ia menambahkan, semangat gotong royong harus terus dirawat agar tidak pudar oleh zaman. "Kita tidak boleh membiarkan nilai-nilai ini luntur. Justru kita harus jadikan gotong royong sebagai identitas dan kekuatan sosial kita," ucapnya.
Menurutnya, BBGRM bukan sekadar agenda rutin tahunan. "Ini bukan hanya seremonial. Ini adalah momentum nyata untuk memperkuat komitmen kita menjaga nilai-nilai kebersamaan," ujar dia.
Ia menekankan, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. "Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada partisipasi aktif dari masyarakat. Kita butuh kolaborasi, sinergi, dan rasa tanggung jawab bersama," jelasnya.
Erwin juga menyebut, Kota Bandung kini sudah mengubah cara pandang pembangunan menjadi lebih kolaboratif. "Kita sudah beralih dari pendekatan top-down ke pendekatan eco-sentris. Artinya, semua pihak terlibat, dan semua persoalan kita selesaikan bersama," ujar dia.
Ia menyampaikan, sejumlah contoh konkret bentuk gotong royong yang bisa dilakukan di lingkungan masing-masing. "Kegiatan seperti kerja bakti, penghijauan, dan pengelolaan sampah itu sederhana, tapi dampaknya besar. Itu bentuk kepedulian terhadap lingkungan," ucapnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya solidaritas sosial. "Ketika ada warga yang kesulitan, mari kita bantu. Pemberdayaan ekonomi lokal dan penguatan ketahanan pangan juga bagian dari gotong royong," jelasnya.
Tak kalah penting menurutnya adalah pemeliharaan fasilitas umum. "Perbaikan jalan, saluran air, sarana olahraga, dan pendidikan itu tidak harus selalu menunggu pemerintah. Warga juga bisa berinisiatif, asal mau bersama-sama," ucapnya.
Erwin juga mendorong agar kegiatan budaya, olahraga, dan keagamaan di tingkat RW dan kelurahan terus digalakkan. "Itu cara paling efektif untuk memperkuat rasa kebersamaan dan identitas lokal kita," katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana Pemkot Bandung untuk memperluas program Prakarsa (sebelumnya PIPPK) ke seluruh kelurahan pada tahun 2026. "Prakarsa akan menjadi ruang kolaborasi nyata masyarakat. Di sinilah gotong royong di tingkat paling bawah bisa tumbuh subur," ucapnya.
Erwin pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan BBGRM sebagai tonggak penguatan nilai-nilai sosial.
"Keberhasilan pembangunan bergantung pada sinergi semua pihak. Mari kita jadikan BBGRM ini sebagai momen membangun solidaritas, menumbuhkan inovasi, dan mewariskan nilai gotong royong kepada generasi muda," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

