Warga Cimahi Sulap Paving Blok Jadi Lukisan Sambut HUT RI ke-81

Warga Hujung Kulon, Cimahi, menyulap paving blok menjadi lukisan bertema kemerdekaan dengan iuran swadaya Rp40 ribu untuk menyambut HUT RI ke-81.

Warga Cimahi Sulap Paving Blok Jadi Lukisan Sambut HUT RI ke-81
Warga Hujung Kulon, Cimahi, menyulap paving blok menjadi lukisan bertema kemerdekaan dengan iuran swadaya Rp40 ribu untuk menyambut HUT RI ke-81.

INILAHKORAN.ID-Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terlihat dari kreativitas warga Hujung Kulon, RT 08/RW 05, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Warga menyulap paving blok di sepanjang jalan setapak lingkungan mereka menjadi media lukisan bertema kemerdekaan. Paving yang sebelumnya terlihat monoton kini dipenuhi warna-warni, mulai dari gambar bendera Merah Putih, logo HUT RI ke-81 hingga karakter kartun bernuansa kemerdekaan.

Ide kreatif tersebut dicetuskan oleh salah seorang warga, Iim Agus Salim. Berawal dari keinginannya mengubah suasana lorong yang terlihat kusam, Iim kemudian mengajak warga sekitar untuk mempercantik paving blok dengan lukisan.

“Mengapa tidak kita beri warna agar lorong ini tak sekadar jalan lewat, tapi juga menjadi semangat yang kita lihat setiap hari,” kata Iim, Senin (10/8/2026).

Warga Patungan Secara Swadaya

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Para kepala keluarga di sepanjang gang sepakat ikut berpartisipasi dan menanggung kebutuhan cat serta perlengkapan melukis secara swadaya.

Masing-masing warga memberikan iuran sukarela sekitar Rp40 ribu. Tidak ada anggaran pemerintah maupun bantuan dari pihak lain yang digunakan dalam kegiatan tersebut.

“Patungannya sukarela, masing-masing Rp40 ribu. Yang penting niatnya sama, menyambut kemerdekaan dengan karya tangan sendiri,” ujarnya.

Proses pengecatan dilakukan secara bersama-sama. Bapak-bapak, pemuda, ibu-ibu hingga anak-anak turut memegang kuas dan memberikan warna pada paving blok.

Tidak harus memiliki kemampuan melukis profesional. Warga mengerjakannya dengan kreativitas masing-masing sehingga menghasilkan pola dan gambar yang beragam.

Paving Blok Jadi Media Ekspresi Kemerdekaan

Berbagai gambar menghiasi jalan setapak tersebut. Selain logo HUT RI ke-81 dan bendera Merah Putih, warga juga menghadirkan karakter kartun yang disukai anak-anak.

Menurut Iim, pemilihan paving blok sebagai media lukis dilakukan karena bentuknya yang teratur sehingga memudahkan warga membuat pola.

Namun, lebih dari sekadar mempercantik lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sederhana warga dalam mengekspresikan kecintaan terhadap Indonesia.

“Cukup dengan apa yang ada di depan mata kita. Batu yang kita pijak setiap hari pun bisa menjadi bukti kasih kita kepada negeri, asal kita berkenan memberi sedikit warna dan waktu,” tuturnya.

Jadi Ruang Belajar Kebangsaan

Perubahan suasana gang juga dirasakan anak-anak. Jika sebelumnya mereka hanya menggunakan jalan tersebut sebagai tempat bermain, kini gambar-gambar di paving membuat mereka lebih tertarik untuk memperhatikan dan bertanya kepada orang tua.

Tanpa disadari, lorong tersebut berubah menjadi ruang belajar kebangsaan sederhana. Anak-anak dapat mengenal simbol-simbol kemerdekaan melalui gambar yang mereka lihat setiap hari.

Bagi warga, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan. Selama proses pengecatan, warga saling membantu menyediakan minuman, makanan ringan hingga memastikan proses pengecatan berjalan dengan baik.

Batas antarhalaman rumah pun seolah menghilang karena seluruh proses dilakukan secara gotong royong.

Semangat gotong royong Lebih Penting

Iim mengatakan, hasil lukisan tersebut memiliki nilai lebih karena dikerjakan dan dibiayai langsung oleh masyarakat.

Setiap warga merasa memiliki terhadap karya yang berada di lingkungan mereka. Karena itu, mereka juga memiliki keinginan untuk menjaga kebersihan dan merawat hasil lukisan tersebut.

“Sebenarnya kami pun tidak menyangka gagasan sederhana ini bisa terwujud secepat dan seindah ini. Artinya, keinginan warga untuk berbuat baik dan menghormati hari kemerdekaan itu memang sudah ada di hati. Tinggal bagaimana menyatukan langkahnya,” katanya.

Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, lingkungan Hujung Kulon pun memiliki cara tersendiri untuk memeriahkan momentum tersebut.

Tidak perlu pesta besar atau dekorasi mahal. Paving blok yang setiap hari diinjak warga justru diubah menjadi karya yang menggambarkan semangat nasionalisme dan kebersamaan.

Iim berharap warna pada paving tersebut dapat menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus terus dirawat melalui kebersamaan dan gotong royong.

“Biarpun catnya lama-lama habis, tapi kalau semangatnya tetap ada, kapan saja kami siap melukisnya kembali,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana