Erwin Nilai Program Seribu Sehari Positif, Asal Pengelolaan Dana Transparan
Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyatakan dukungannya terhadap Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Gerakan Seribu Sehari yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui Surat Edaran Nomor 149/PMD.03.04/KESRA.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyatakan dukungannya terhadap Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Gerakan Seribu Sehari yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui Surat Edaran Nomor 149/PMD.03.04/KESRA.
Gerakan Seribu Sehari yang mulai diberlakukan pada 1 Oktober 2025 itu, mengajak masyarakat menyisihkan Rp1.000 setiap hari untuk membantu warga miskin. Namun, semangat gerakan tersebut akan lebih bermakna jika diiringi dengan sumbangan yang disesuaikan dengan penghasilan masing-masing.
"Kalau boleh saya sampaikan, saya pribadi lebih mendukung bukan hanya Rp1.000. Tapi sesuai ajaran yaitu 2,5 persen dari penghasilan," kata Erwin, Rabu 8 Oktober 2025.
Ia mencontohkan, apabila seseorang memiliki penghasilan Rp10 juta per bulan maka 2,5 persennya adalah Rp250 ribu. Jumlah itu, dinilai jauh lebih besar dan lebih berdampak dibandingkan Rp30 ribu per bulan yang dikumpulkan melalui skema seribu rupiah per hari.
"Kalau semua warga bisa mengeluarkan 2,5 persen dari penghasilannya, Masya Allah, itu bisa sangat membantu warga miskin di Kota Bandung. Bahkan dari UMR saja, 2,5 persen itu lebih dari Rp1.000," ucapnya.
Menurut Erwin, esensi dari gerakan bukan pada besar kecilnya nominal yang disumbangkan. Melainkan pada niat, konsistensi dan semangat berbagi yang berkelanjutan. Inisiatif dapat menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai ajaran rasulullah dalam kebijakan sosial.
"Ini bukan sekadar kebijakan, tapi implementasi dari pesan Rasulullah untuk berbagi. Ini positif, tinggal bagaimana pengawasannya," ujar dia.
Sebab ditambahkan ia, kebijakan yang berkaitan dengan pengumpulan dana masyarakat perlu diawasi secara ketat. Pengawasan harus dilakukan mulai dari tahap pengumpulan, penggunaan hingga pelaporan agar tidak menimbulkan celah penyalahgunaan.
"Semua kebijakan yang berkaitan dengan uang pasti rawan, makanya harus ada pengawasan ketat," tandasnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya menyatakan, Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu bertujuan membangun solidaritas sosial warga Jawa Barat dimulai dari lingkungan terdekat seperti RT dan RW. Dana yang terkumpul akan dikelola secara kolektif untuk membantu warga kurang mampu di wilayah masing-masing.
Editor : Doni Ramdhani

