PKB Sebut Dinamika Farhan Erwin Perlu Diselesaikan Lewat Komunikasi
Ketua DPC PKB Kota Bandung, Unjang Asari menilai, dinamika antara Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin bukan persoalan konflik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketua DPC PKB Kota Bandung, Unjang Asari menilai, dinamika antara Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin bukan persoalan konflik. Melainkan membutuhkan penguatan komunikasi, agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal.
Pernyataan tersebut, disampaikan Unjang menyusul pengakuan Erwin yang menyebut dirinya belum banyak dilibatkan dalam sejumlah pembahasan strategis pemerintahan mulai dari penyusunan anggaran hingga program kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Menurutnya, perbedaan pandangan atau belum terlibatnya salah satu pihak dalam pembahasan tertentu bisa terjadi karena padatnya agenda pemerintahan. Kondisi tersebut, perlu disikapi dengan membuka ruang komunikasi yang lebih intens antara kedua pemimpin daerah.
"Menurut saya, situasi seperti ini lebih kepada persoalan koordinasi. Banyaknya agenda yang harus dijalankan, membuat komunikasi perlu terus diperkuat agar semua pihak bisa berjalan dalam arah yang sama," kata Unjang Asari, Selasa (7/72026).
Menurutnya, pasangan Farhan Erwin merupakan satu kesatuan dalam menjalankan amanah masyarakat Kota Bandung. Karena itu, kekompakan keduanya menjadi hal penting agar berbagai program yang telah dijanjikan saat Pilkada dapat direalisasikan.
"Kota Bandung tidak bisa dibangun oleh satu orang saja. Wali kota dan wakil wali kota harus saling melengkapi, berdiskusi dan bekerja bersama untuk mencapai target pembangunan," ucapnya.
Unjang juga menyebut, PKB bersama partai pengusung lainnya memiliki tanggung jawab mengawal jalannya pemerintahan. Pihaknya mengaku, telah melakukan komunikasi dengan pihak partai pengusung lain terkait dinamika yang terjadi.
"Kami ingin memastikan pemerintahan tetap berjalan dengan baik. Masukan dari partai pengusung diberikan bukan untuk memperbesar persoalan. Tetapi untuk membantu menciptakan pemerintahan yang lebih efektif," ujar dia.
Terkait langkah Erwin yang menyatakan akan kembali menjalankan fungsi pengawasan sebagai wakil wali kota, dia menilai hal tersebut merupakan bagian dari tugas dan kewenangan yang melekat pada jabatan tersebut.
"Yang dilakukan pak Erwin sudah sesuai dengan peran wakil wali kota. Fungsi pengawasan memang menjadi bagian dari tugasnya, dan itu harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku," tuturnya.
Dia berharap seluruh dinamika yang muncul dapat segera diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka antara Farhan dan Erwin. Dengan begitu, perhatian pemerintah dapat kembali fokus pada pelayanan masyarakat dan percepatan pembangunan Kota Bandung.
"Harapan kami semuanya tetap menjaga soliditas. Jangan sampai perbedaan komunikasi mengganggu tujuan utama, yaitu bekerja untuk kepentingan warga Kota Bandung," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

